Tips menjadi orang yang memiliki
daya tarik dan disukai :
1.
SOPAN SANTUN
Menjadi peribadi yang memiliki rasa sopan, lembut dan penuh kasih sayang
adalah hal yang tidak mudah bagi kita, Hal ini karena kesopanan memiliki kaitan
dengan budaya dan tradisi dari masyarakat sekitar dimana kita berpijak pada
saat itu. Tapi setidaknya kita bisa melakukan hal-hal kecil yang kita rasakan
tidak menyinggung pribadi orang lain dalam MENYAPA dengan cara mengucapkan kata
sapaan yang lengkap dengan EXPRESI WAJAH yang mencerminkan ketulusan dalam
mengucapkan serta menyebut NAMA orang lain sesuai dengan nama asli dan lengkap.
Jika kita ingin menjadi pribadi
yang menarik bagi orang lain, hendaknya kita sebisa mungkin menghindari untuk
menyakiti orang atau lawan bicara kita. Dalam hati orang yang sudah terluka
akan sulit untuk bisa menghapus noda dan luka yang pernah tercoreng dan menjadi
ingatan yang buruk bagi dia tentang diri kita.
Dalam Ayat Alqur'an dan Hadis
“Maka disebabkan rahmat dari Allah (kepadamu Muhammad s.a.w) , engkau
telah bersikap lemah lembut kepada mereka. Kalaulah
engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka akan menjauhkan diri
dari kamu. Oleh itu ma’afkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan
terhadap engkau, dan mohonlah keampunan bagi mereka, dan juga bermusyawarahlah
dengan mereka dalam urusan (permasaalahan keduniaan) itu. Kemudian setelah
engkau berazam (untuk membuat sesuatu) maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertawakkal kepadaNya. (al-Quran
s. Ali Imran: 159)
Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda: ” Maukah aku
kabarkan kepadamu orang yang diharamkan masuk neraka atau orang yang nereka itu
haram baginya?, (Neraka itu) diharamkan atas setiap orang yang halus, lembut
dan mudah. [HR.Thirmidzi, ia berkata: “Hadits Hasan”, dan Ibnu Hibban
dalam shahihnya]
Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda: ” Sesungguhnya Allah
itu Maha Kasih Sayang dan senang kepada kasih sayang dalam segala urusan”. [HR.
Bukhari dan Muslim]
Dari Ibnu ‘Abbas Ra,ia berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda kepada
Al-Asyajji: ” Sesungguhnya pada dirimu itu ada dua perangai yang dicintai oleh
Allah dan Rasul-Nya, yaitu penyantun dan shabar [HR. Muslim]
Dari ‘Aisyah RA, ia berkata :
Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Kecintaan Allah adalah pasti
atas orang yang dibuat marah tetapi ia berlaku santun (tidak membalas)”.
[HR. Al-Ashbihani]
2.
KERAMAHAN
Ramah bukanlah sekedar melempar senyum
pada orang lain. Ramah merupakan prilaku yang memiliki keterkaitan dengan Sopan
Santun yang harus dijadikan pegangan untuk menimbulkan kesan menarik dan
menyenangkan pada diri kita.
Dalam sebuah cerita Nabi Muhammad SAW :
Keramahan beliau sampai kepada hal hal
yang kecil , yang mungkin tidak di lakukan oleh manusia lain, mengenai hal ini
Abu Daud meriwayatkan dari Ana r.a ,ia berkata : Jika ada seseorang datang dan
berbicara kepada Nabi atau berbisik karena merahasiakan pembicaraannya, maka
beliau lah yang menundukan kepala mendekatkan telinganya terlebih dahulu ,
sehingga orang itu pun ikut menundukann kepala nya juga .
Ath-Thabraniy meriwayatkan dari anas r.a Rasulullah bila bicara
menghadapkan muka nya meski pun lawan bicara nya orang paling jahat,hal ini
untuk menjinakan hati nya sekaligus menarik perhatian .
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bila bertemu seseorang bila
bertemu dengan seseorang beliau berjabat tangan,beliau tidak melepaskan
tangannya sebelum orang itu melepaskan nya terlebih dahulu.
Ada seorang wanita tua datang kepada Rasulullah maka beliau menyambut
kedatang nya dengan penuh hormat ,beliau bertanya dengan lemah
lembut:"siapa ibu ini ? ia menjawab : aku Juthamah -Al muzainah ! Bagaimana
Keadaan ibu selama ini ? ia menjawab :baik baik saja ya Rasul ,selanjut nya
belaiu dengan penuh ramah tamah bercakap cakap dengan tamu wanita tua itu
terkadang di selingi rasa tawa,percakapn itu berlangsung sangat lama ,sehingga
ada sahabat bertanya :Ya Rasulullah engkau menyambut kedatangan wanita
tua itu dengan hangat dan ramah nya .Nabi menjawab :Dulu wanita itu sering
datang sewaktu istriku khadijah masih hidup .
3. RASA
HORMAT
Memperlakukan orang lain
sebagaimana yang mereka inginkan, menempatkan rasa empati, rasa hormat sesuai
dengan tempat yang mungkin bisa saja akan berbanding terbalik jika dia dalam
kesendirian dan di tempat publik. Hal ini diperlukan pembacaan lingkungan pada
diri kita yang mana sikap yang kita miliki, kita kembalikan pada diri kita jika
berada pada posisi tersebut.
Rasa hormat pada orang lain
perlulah untuk terus dipelajari, kita tidak perlu berlebihan dalam memberikan
penghormatan kepada oranga lain. Karena disisi lain orang yang kita beri
penghormatan secara berlebihan akan merasa tidak nyaman dan justru menimbulkan
kesan yang dibuat-buat yang muncul dari diri kita.
Didalam
Alqur'an pun Allah memberi contoh suatu penghormatan dan Nabi pun memberi
contoh dengan Ayat dan Hadist sebagai berikut :
"Sesungguhnya Allah dan
malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman,
bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan
kepadanya." (QS. Al-Ahzab' 33:56)
‘Sungguh Nabi Muhammad
Shallallahu’ Alaihi Wasallam shalat malam hingga merekah kedua telapak kakinya.
Aisyah berkata kepada beliau :”Mengapa engkau melakukan hal ini, wahai
Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang
akan datang?”, Beliau menjawab, “Apa aku tidak ingin menjadi hamba yang
bersyukur?” (HR Bukhori dan Muslim No.5046)
4.
PERHATIAN
Sikap
penuh perhatian sikap yang kita berikan kepada orang lain dengan membaca
situasi yang pas, tapi memiliki kesan yang baik pada orang yang kita beri
perhatian tersebut. Penyampaian yang kita lakukan pun tidak bisa sembarangan,
karena bisa menyebabkan salah persepsi atau bahkan seolah-olah melecehkan dia.
Orang
yang penuh perhatian juga tahu kapan ia harus bertindak dan kapan ia tidak
boleh bertindak. Orang yang tergolong penuh perhatian akan bermain dalam hal :
kecenderungan, pola-pola, variasi dan kesempatan. Orang yang penuh perhatian
akan memiliki sikap terbuka baik terhadap informasi yang masuk, gagasan ataupun
saran-saran dari orang lain.
Contoh Perhatian Rasulullah :
Rasulullah SHALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM juga pernah bersabda kepada ‘Aisyah, “Aku tahu saat kamu senang kepadaku dan saat kamu marah kepadaku.” Aisyah bertanya, “Dari mana engkau mengetahuinya?” Beliau menjawab, ” Kalau engkau sedang senang kepadaku, engkau akan mengatakan dalam sumpahmu “Tidak, demi Tuhan Muhammad” Akan tetapi jika engkau sedang marah, engkau akan bersumpah, “Tidak, demi Tuhan Ibrahim!”. Aisyah pun menjawab, “Benar, tapi demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak akan meninggalkan, kecuali namamu saja” [HR Bukhari & Muslim]
Contoh Perhatian Rasulullah :
Rasulullah SHALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM juga pernah bersabda kepada ‘Aisyah, “Aku tahu saat kamu senang kepadaku dan saat kamu marah kepadaku.” Aisyah bertanya, “Dari mana engkau mengetahuinya?” Beliau menjawab, ” Kalau engkau sedang senang kepadaku, engkau akan mengatakan dalam sumpahmu “Tidak, demi Tuhan Muhammad” Akan tetapi jika engkau sedang marah, engkau akan bersumpah, “Tidak, demi Tuhan Ibrahim!”. Aisyah pun menjawab, “Benar, tapi demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak akan meninggalkan, kecuali namamu saja” [HR Bukhari & Muslim]
5.
HUMORIS
Dalam hal yang satu ini hendaknya kita bertindak hati-hati dalam
bercanda, karena candaan yang menyinggung perasaan orang lain bisa saja membuat
diri kita justru menjadi orang yang sangat tidak menyenangkan. Hindari untuk
humor dalam hal fisik seseorang, kejelekan seseorang dan usahakan humor dalam
bahasa umum yang bisa diterima serta tidak menyinggung perasaan orang
lain. Serta jangan banyak tertawa ketika bercanda, cukup dengan senyuman
manis. Tertawa lantang justru akan menyebabkan orang lain tidak nyaman untuk bercanda
dengan kita.
Ayat dan Hadist
“Dan jika kamu tanyakan mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” [QS. At-Taubah:65]
Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Celakalah bagi orang yang berkata dengan berdusta untuk menjadikan orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” [HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi & Hakim]
Jangan bergurau untuk hal yang serius dan bercandalah dalam hal yang benar dan bukan hal yang bohong. ada beberapa contoh candaan Rasulullah :
Seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah: “Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?” Rasulullah menjawab: “Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”. Perempuan itu menangis mengingat nasibnya Kemudian Rasulullah menjelaskan mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi’ah ayat 35-37 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”. [Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan]
Ayat dan Hadist
“Dan jika kamu tanyakan mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” [QS. At-Taubah:65]
Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam: “Celakalah bagi orang yang berkata dengan berdusta untuk menjadikan orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” [HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi & Hakim]
Jangan bergurau untuk hal yang serius dan bercandalah dalam hal yang benar dan bukan hal yang bohong. ada beberapa contoh candaan Rasulullah :
Seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah: “Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?” Rasulullah menjawab: “Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”. Perempuan itu menangis mengingat nasibnya Kemudian Rasulullah menjelaskan mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi’ah ayat 35-37 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”. [Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan]
6. JANGAN
MENGHINA
Janganlah menjadi pribadi yang
suka menghina serta menghujat orang lain, terutama jika berada di depang orang
yang lain. Hal ini karena bisa menunjukkan siapa diri kita dimata orang lain.
Bahkan dia merasa akan seperti orang yang sama jika kita berbicara pada orang
yang lain lagi.
Ada Ayat yang mengatakan :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan); dan jangan pula wanita mengolok-olokkan wanita-wanita lain., karena boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan); dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggil-memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk gelar ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman..” [QS. al-Hujurat:11].
“Cukuplah keburukan bagi seseorang yang menghina saudaranya sesama muslim.” [HR. Muslim]
Ada Ayat yang mengatakan :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan); dan jangan pula wanita mengolok-olokkan wanita-wanita lain., karena boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan); dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggil-memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk gelar ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman..” [QS. al-Hujurat:11].
“Cukuplah keburukan bagi seseorang yang menghina saudaranya sesama muslim.” [HR. Muslim]
7.
JADILAH PEMAAF
Menjadi pribadi yang bisa
memaafkan orang lain memanglah sulit, tapi menjadi pribadi yang bisa memaafkan
orang adalah perbuatan yang baik. Jadi, jangan ragu untuk bisa memaafkan orang
lain.
Seperti dalam ayat berikut :
"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh". (Q.S. Al A'raf:199)
"Maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik". (Q.S. Al Hajr:85)
Seperti dalam ayat berikut :
"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh". (Q.S. Al A'raf:199)
"Maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik". (Q.S. Al Hajr:85)
8. RENDAH
HATI
Mungkin kedengarannya akan menurunkan harga diri yang kita miliki, tapi
yang perlu anda tahu bahwa dengan rasa rendah diri, Tidak sombong atau Ria akan
mengantarkan kita pada dampak yang baik.
Contoh kerendah hatian Nabi Muhammad hingga orang lain dianggap sejajar dengan beliau
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam benci kepada orang yang berdiri menghormatinya. dari Anas radhiyallahu 'anhu berkata, " Tak seorang pun yang mereka cintai lebih dari cinta mereka kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tapi jika mereka melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mereka tidak berdiri untuk menghormatinya karena beliau membenci hal yang demikian. ( HR. Ahmad Dan Tirmadzi.)
Contoh kerendah hatian Nabi Muhammad hingga orang lain dianggap sejajar dengan beliau
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam benci kepada orang yang berdiri menghormatinya. dari Anas radhiyallahu 'anhu berkata, " Tak seorang pun yang mereka cintai lebih dari cinta mereka kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tapi jika mereka melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mereka tidak berdiri untuk menghormatinya karena beliau membenci hal yang demikian. ( HR. Ahmad Dan Tirmadzi.)
9. JUJUR
Jujur merupakan bentuk sikap dan
prilaku yang nantinya akan berujung pada kepercayaan yang kita terima. Allah
telah memberikan contoh yang nyata dari Nabi-nabi yang diturunkannya dengan
kejujurannya. Jika anda ingin menjadi orang yang disegani maka jujurlan.
Ayat Alquran
Dan, barangsiapa taat kepada Allah swt. dan Rasul ini maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah swt. memberikan nikmat, yakni : nabi-nabi, shiddiq-shiddiq (jujur), syahid-syahid, dan orang-orang saleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati. (Qs. Annisa: 70)
Ayat Alquran
Dan, barangsiapa taat kepada Allah swt. dan Rasul ini maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah swt. memberikan nikmat, yakni : nabi-nabi, shiddiq-shiddiq (jujur), syahid-syahid, dan orang-orang saleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati. (Qs. Annisa: 70)
10. TEPAT
JANJI
Tepat
janji memang tidak mudah untuk dilakukan, tapi sebisa mungkin laksanakan jika
kita mampu untuk melaksanakannya. hal ini karena Allah sudah menaruh dalam
Alquran bahwa Janji itu penting untuk ditepati. Jika hal ini sudah tertulis
dalam Alquran maka sudah jelas bahwa orang pasti benci dengan yang namanya
ingkar janji.
Ayat dan Hadist :
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….” (An-Nahl: 91)
“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra`: 34)
“Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya” (Maryam: 54)
“Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.” (An-Najm: 37)
“Tanda-tanda munafik ada tiga; apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat.” (HR. Muslim, Kitabul Iman, Bab Khishalul Munafiq no. 107 dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
“Tidak boleh menepati nadzar dalam maksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahihul Jami’ no. 7574)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Jagalah enam perkara dari kalian niscaya aku jamin bagi kalian surga; jujurlah bila berbicara, tepatilah jika berjanji, tunaikanlah apabila kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, tundukkanlah pandangan dan tahanlah tangan-tangan kalian (dari sesuatu yang dilarang).” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Ash-Shahihah no. 1470)
“Bagi setiap pengkhianat (akan ditancapkan) bendera pada pantatnya di hari kiamat.” (HR. Muslim bab Tahrimul Ghadr no. 1738 dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)
Ayat dan Hadist :
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….” (An-Nahl: 91)
“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra`: 34)
“Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya” (Maryam: 54)
“Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.” (An-Najm: 37)
“Tanda-tanda munafik ada tiga; apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat.” (HR. Muslim, Kitabul Iman, Bab Khishalul Munafiq no. 107 dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
“Tidak boleh menepati nadzar dalam maksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahihul Jami’ no. 7574)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Jagalah enam perkara dari kalian niscaya aku jamin bagi kalian surga; jujurlah bila berbicara, tepatilah jika berjanji, tunaikanlah apabila kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, tundukkanlah pandangan dan tahanlah tangan-tangan kalian (dari sesuatu yang dilarang).” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Ash-Shahihah no. 1470)
“Bagi setiap pengkhianat (akan ditancapkan) bendera pada pantatnya di hari kiamat.” (HR. Muslim bab Tahrimul Ghadr no. 1738 dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar