MAKALAH
KONSEP
PENGEMBANGAN KURIKULUM
Untuk
Memeuhi Tugas Mata Kuliah
TELAAH
DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BAHASA ARAB
Dosen
Pengampu
Muhammad
Zaini, MA

Oleh:
MUHAMAD
SIRAJUDIN 2812133038
JURUSAN
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
TULUNGAGUNG
2015
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahiim
Tiada
tempat untuk mengucapkan puji syukur atas kegembiraan dan kebahagiaan atas
terselesaikannya penulisan makalah yang berjudul “ Konsep Pengembangan
Kurikulum, untuk
memenuhi tugas mata kuliah “ Telaah dan Pengembangan
Kurikulum Bahasa Arab ” kecuali hanya kepada Allah SWT.
Shalawat
serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang telah
memberikan penerang dan ilmu pengetahuan kepada umatnya.
Tiada
keberhasilan yang diperoleh penulis tanpa adanya bantuan dari pihak lain. Karena
itu, pada kesempatan izinkan penulis menyampaikan penghargaan dan rasa terima
kasih kepada:
1.
Bapak Dr. Maftuhin M. Ag. Selaku ketua IAIN Tulungagung.
2.
Bapak Muhammad Zaini, MA selaku dosen mata kuliah Telaah dan Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab
3. Semua pihak yang telah
membantu penulis dalam menyelesaikan
makalah ini.
Didalam pengerjaan makalah ini, walaupun penulis sudah dengan segenap kemampuan, usaha dan
pemikiran semaksimal mungkin demi kesempurnaan karya ini, penulis menyadari
banyak kekurangan dan kesalahan. Sehingga penulis sangat mengharapkan masukan,
kritik yang konstruktif dari para pembaca, demi perbaikan dan penyempurnaan
pada penyusunan selanjutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan sumbangan
pengetahuan dan keilmuan yang bermanfaat bagi keilmuan Islam khusunya, dan
keilmuan secara umum terlebih lagi khususnya dunia akademisi di Institud Agama
Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Amin..
Tulungagung, 15 september 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang.............................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah......................................................................................... 1
C.
Tujuan Pembahasan...................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Konsep Kurikulum........................................................................................ 2
B.
Fungsi Kurikulum......................................................................................... 4
C.
Kedudukan Kurikulum dalam
Pendidikan.................................................... 6
D.
Langkah-langkah
Pengembangan Kurikulum................................................ 7
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN................................................................................................. 10
DAFTAR RUJUKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam perkembangan dunia pendidikan
hal yang perlu diperhatikan adalah tentang masalah kurikulum. Kurikulum sebagai
salah satu komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Oleh karena
itu kurikulum merupakan soko guru bagi keberhasilan dan merupakan petunjuk
jalan dalam menentukan arah pendidikan, guna mencapai tujuan yang dicita-citakan.
Maka dari itu dalam makalah ini saya akan
membahas tentang konsep kurikulum, fungsi, kedudukan, serta langkah-langkah
pengembangan kurikulum.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimankah konsep kurikulum itu?
2.
Apa saja fungsi kurikulum dalam
pendidikan?
3.
Bagaimana kedudukan kurikulum dalam
pendidikan itu?
4.
Bagaimana langkah-langkah
pengembangan kurikulum itu?
C.
Tujuan
Pembahasan
1.
Untuk mengetahui konsep kurikulum
dalam pendidikan
2.
Untuk mengetahui fungsi kurikulum
dalam pendidikan
3.
Untuk mengetahui kedudukan
kurikulum dalam pendidikan
4.
Untuk mengetahui langkah-langkah
pengembangan kurikulum dalam pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
Konsep
Pengembangan Kurikulum
A.
Konsep
Kurikulum
Konsep kurikulum berkembang sejalan
dengan teori dan praktik pendidikan, juga bervariasi sesuai dengan teori
pendidikan yang dianutnya.[1]
Kata kurikulum muncul pertama pada kamus Webster pada tahun 1856, yang
digunakan dalam bidang olahraga, yang berarti jarak yang harus ditempuh oleh
pelari. Kemudian pada tahun 1955 kata kurikulum muncul lagi dalam kamus
tersebut yang khusus digunakan dalam bidang pendidikan yang artinya sejimlah
mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus di
tempuh untuk mencapai suatu tingkat.[2]
Carter V.Good dalam Dictionary
of Education, menyebutkan bahwa kurikulum adalah sejumlah materi pelajaran
yang harus ditempuh dalam suatu mata pelajaran, seperti kurikulum pendidikan
Bahasa Arab, kurikulum pendidikan Bahasa Inggris, dan lain sebagainya.[3]
Ada juga pendapat lain yakni menurut pandangan lama kurikulum merupakan
kumpulan mata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa.
Anggapan ini telah ada sejak zaman yunani kuno, dalm lingkungan dan hubungan
tertentu pandangan ini masih digunakan sampai sekarang.[4]
Pada perkembangan selanjutnya
kurikulum dipandang sebagai seluruh pengalaman belajar siswa. Perubahan
penekanan ini ditegaskan oleh Ronald C. Doll sebagai berikut: “the cammonly
accepted defiition of the curriculum has changed from content of course of
study and list of subjects and course to all experiance which are offered tp
learnes under the auspices or direction of the school”.konsep yang
ditawarkan Ronald Doll ini menunjukkan adanya perubahan lingkup, dari konsep
yang sangat sempit kepada konsep yang sangat luas. Pengalaman siswa yang
dimaksud dapat berlangsung di sekolah, di rumah atau di masyarakat.[5]
Beberapa ali memandang bahwa
kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran, menurut Mac Donald
(1965), seperti yang dikutip sukmadinata mengungkapkan bahwa sistem
persekolahan terbentuk atas empat susistem, yaitu mengajar, belajar,
pembelajaran, dan kurikulum. Mengajar (teaching) merupakan kegiatan
profesional yang dilakukan oleh guru. Belajar (learning) merupakan
kegiatan yang dilakukan oleh siswa sebagai respon terhadap kegiatan mengajar
yang dilakukan oleh guru. Keseluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan
berkenaan dengan terjadinya interaksi belajar mengajar disebut pengajaran (instruction).
Kurikulum (curriculum) merupakan
suatu rencana memberi pedoman dalam proses kegiatan belajar mengajar.[6]
Kurikulum juga sering dibedakan
antara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulm
fungsional (functioning curriculum).Zais menjelaskan bahwa kebaikan
suatu tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja, melainkan harus
dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. Kurikulum bukan
hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran, melainkan sesuatu yang
bersifat fungsional yang beroperasi dalam kelas, yang memberi pedoman dan
mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung dalam kelas. Rencana tertulis
merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curiculum), sedangkan
kurikulum yang dioperasikan di kelas merupakan kurikulum fungsional (functoning,
live or operative curriculum).[7]
Ada tiga konsep tentang kurikulum,
kurikulum sebagai substansi, kurikulum sebagai sistem, dan kurikulum sebagai
bidang studi.[8]
Konsep pertama, kurikulum sebagai
substansi, suatu kurikulum,dipandang orang sebagai rencana kegiatan belajar
bagi murid-murid di sekolah atau sebagai perangkat tujuan yang akan dicapai.
Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan
tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi.
Konsep kedua, kurikulum sebagai
suatu sistem, yaitu sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan,
sistem pendidikan, bahkan sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup
sistem personalia, dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun kurikulum,
melaksanakan,mengevaluasi dan menyempurnakan. Hasil dari suatu sistem kurikulum
adalah tersusunnya suatu kurikulum, dan fungsi dari sistem kurikulum adalam
bagaimana cara memelihara agar tetap dinamis.
Konsep ketiga, kurikulum sebagai
suatu bidang studi, merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli
pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah
mengembengkan ilmu tentang kurikulum.
Hilda Taba menyatakan bahwa konsep
kurikulum tidak terlalu luas tetapi tidak terlalu sempit, karena konsep konsep
yang terlalu sempit tidak akan diterima di sekolah-sekolah modern.[9]
Dari uraian diatas dapat dipahami
bahwa pengertian kurikulum itu sangat luas dan berkembang sesuai situasi dan
kondisi. Kurikulum tidak bisa diungkapkan dalam satu pendapat yang dianggap
baku, karena semua pendapat tersebut memiliki alasan masin-masing yang
rasional.
Dari beberpa konsep tersebut,
sebagian berpendapat menekankan pada mata pelajaran, sebagian menekankan pada
pengalaman, sedangkan pihak lain memadukan dua pendapat tersebut. Sedangkan
istilah pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang
menghasilakan kurikulum atau proses yang mengaitkan suatu komponen dengan
komponen yang lain untuk menghasikan kurikulum yang lebih baik.[10]
B.
Fungsi
Kurikulum
Fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan adalah sebagai alat
untuk mencapai tujuan pembelajaran.[11]Sebagai program belajar bagi siswa, disusun secara sistematis dan
logis,diberikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebagai program
belajar, kurikulum adalah niat, rencana dan harapan.
1. Fungsi kurikulum bagi sekolah,
adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan atau kompetensi pendidikan yang di
inginkan, serta sebagai pedoman kegiatan pendidikan secara menyeluruh.[12]
2. Fungsi kurikulum bagi anak didik, peserta didik akan mendapatkan
pengetahuan baru,program baru, dan pengalaman baru yang diharapkan dapat
dikembangkan secara maksimal seiring dengan perkembangan anak.[13]
3. Fungsi kurikulum bagi pendidik, sebagai pedoman kerja dalam menyusun dan
mengorganisir pengalaman belajar para peserta didik.[14]
4. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah, sebagai pedoman dalam memperbaiki
situasi dan kondisi belajar yang lebih baik, sebagai pedoman dalam memberikan
bantuan pada pendidik untuk menciptakan dan memperbaiki proses pembelajaran.[15]
5. Fungsi kurikulum bagi orang tua, adalah agar dapat memberikan bantuan
kepada pihak sekolahuntuk dapat mencapai target kurikulum yang telah
direncanakan oleh pihak sekolah.[16]
6. Fungsi kurikulum bagi masyarakat dan pemakai lulusan, adalah agar mereka
dapat membutuhkan kerjasama dengan masyarakat.[17]
Menurut
Alexander Inglis, fungsi kurikulum Secara umum
fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk membantu peserta didik untuk mengembangkan pribadinya ke arah tujuan
pendidikan. Kurikulum itu segala aspek yang mempengaruhi peserta didik di
sekolah, termasuk guru dan sarana serta prasarana lainnya. Kurikulum meliputi :
[18]
- Fungsi Penyesuaian, karena individu hidup dalam
lingkungan , sedangkan lingkungan tersebut
senantiasa berubah dan dinamis, maka setiap individu harus mampu
menyesuaikan diri secara dinamis. Dan di balik lingkungan pun harus
disesuaikan dengan kondisi perorangan, disinilah letak fungsi kurikulum
sebagai alat pendidikan menuju
individu yang well adjusted.
- Fungsi Integrasi, kurikulum berfungsi mendidik pribadi-pribadi yang
terintegrasi. Oleh karena individu itu sendiri merupakan bagian integral
dari masyarakat, maka pribadi yang terintegrasi itu akan memberikan
sumbangan dalam rangka pembentukan atau pengintegrasian masyarakat.
- Fungsi Deferensiasi, kurikulum perlu memberikan
pelayanan terhadap perbedaan- perbedaan perorangan dalam masyarakat. Pada
dasarnya deferensiasi akan mendorong
orang berpikir kritis dan kreatif, dan ini akan mendorong kemajuan
sosial dalam masyarakat.
- Fungsi Persiapan, kurikulum berfungsi mempersiapkan siswa agar mampu
melanjutkan studi lebih lanjut untuk jangkauan yang lebih jauh atau terjun ke
masyarakat.
- Fungsi Pemilihan, antara keperbedaan dan
pemilihan mempunyai hubungan yang erat. Pengakuan atas perbedaan berarti
pula diberikan kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang dinginkan dan menarik minatnya.
- Fungsi Diagnostik, salah satu segi
pelayanan pendidikan adalah membantu dan mengarahkan para siswa agar
mereka mampu memahami dan menerima dirinya sehingga dapat
mengembangkan semua potensi yang
dimiliki.Ini dapat dilakukan bila mereka menyadari semua kelemahan dan
kekuatan yang dimiliki melalui eksplorasi dan prognosa. Fungsi kurikulum dalam mendiagnosa dan
membimbing siswa agar dapat mengembangkan potensi siswa secara optimal.
C.
Kedudukan
Kurikulum Dalam Pendidikan
Pendidikan berintikan berinteraksi
antara pendidik dengan peserta didik dlam upaya membantu peserta didik
menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapt berlangsung dalam
lingkungan keluarga, sekolah, ataupun masyarakat. Interaksi pendidkan antara
orang tua dengan anaknya sering tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga
interaksi pendidikan dapat terjsi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu,
berdialog dan bergaul. Sehingga pendidikan semacam itu tidak memiliki kurikulum
formal dan tertulis.[19]
Oleh karena itulah pendidikan dalam keluarga disebut pendidikan informal.
Sekolah merupakan salah satu
lingkungan pendidikan yang bersifat formal. Guru sebagai pendidik, telah
mempersiapkan secara formal lembaga pendidikan keguruan, dan guru juga telah
dibekali ketrampilan praktis sebagai seorang pendidik. Guru mengajar untuk
mencapai tujuan-tujuan yang jelas, dengan bahan materi yang telah dipilih dan dipilah sesuai dengan kemampuan dan minat
anak didik.
Di lingkungan masyarakat juga
terjadi interaksi pendidikan baik formal maupun non formal. Lembaga pendidikan
di masyarakat yang mirip dengan sekolah formal terwujud kursus- kursus yang
berijazah atau bersertifikat, dan pondok pesantren yang telah mengadopsi sistem
sekolah yang disebut madrasah.pendiidkan non formal yang berlangsung dalam masyarakat seperti ceramah, pengajian,
majlis ta’lim, dan lain sebagainya.
Dari uraian diatas dapat diambil
kesimpulan tentang pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki
rencana dan rancangan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis
dan jelas. Kedua, pendidikan dilaksanakan secara formal, terencana, dan
diadakan pengawasan dan penilaian. Ketiga, pendidikan diberikan oleh guru yang
memiliki ilmu dan ketrampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat,
interaksi berlangsung pada lingkungan tertentu dengan metode dan sarana serta
aturan-aturan tertentu.empat hal tersebut sekaligus merupakan kelebihan dari
pendidikan formal bila dibanding dengan pendidikan formal.
Kurikulum adalah syarat mutlak dan
ciri utama pendidikan formal, sehingga kurikulum adalah bagian tak terpisahkan
dari proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan demikian kurikulum memiliki
kedudukan yang penting dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum mengarahkan
segala bentuk aktifitas pendidikan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah
disepakati.
D.
Langkah-Langkah
Pengembangan Kurikulum
Proses pengembangan kurikulum
menurut Hamid Hasan haruslah meliputi tiga dimensi kurikulum yaitu kurikulum sebagai
ide, kurikulum sebagai dokumen, dan kurikulum sebagai proses.kurikulum sebagai
prses dilaksanakan dengan berbagai kebijakan kurikulum. Keseluruhan proses
dalam pengembangan kurikulum dapat digambarkan sebagai berikut:
![]() |
Bagan tersebut menggambarkan bahwa
kegiatan pengembangan kurikulum itu dimulai dari perencanaan. Dalam menyusun
perencanaan ini dimulai dari ide-ide yang dituangkan dan dikembangkan dalam
program. Ide-ide tersebut berkenaan dengan penentuan filosofi kurikulum, model
kurikulum yang digunakan, pendekatan dan
teori belajar yang digunakan dan model evaluasi yang dipilih.[20]
Ide pengembangan kurikulum dapat berasal dari: (1) perubahan adanya
pengembangan visi, misi, tujuan, dan sarana yang diemban, (2) perubahan ilmu
dan teknologi yang semakin cepat, (3) hasil evaluasi terhadap kurikulum
sebelumnya,(4) perubahan kebutuhan (stakeholeders),(5) pandangan atau
sarana dari para ahli, (6) tuntutan dunia global dan lain sebagainya.[21]
Dari beberapa hal diatas kemudian
diramu sedemikian rupa untuk dikembangkan dalam kurikulum sebagai dokumen yang
antara lain berisi informasi dan jenis dokumen yang akan dihasilkan, bentuk
atau format silabus dan komponen-komponen kurikulum yang harus dikembangkan.
Segala sesuatu yang tertuang dalam dokumen tersebut kemudian dikembangkan dan
disosialisasikan dalam proses implementasinya, yang bisa saja berupa
pengembangan kurikulum dalam bentuk rencana pembelajaran, proses pembelajaran
didalam/luar kelas serta evaluasi pembelajaran, sehingga akan diketahui tingkat
efektifitas dan efensiensinya.
Pengembangan kurikulum menuntut
adanya evaluasi berkelanjutan mulai dari perencanaan (planning),pelaksanaan
(implementating) hingga proses evaluasi itu sendiri. Prosedur evaluasi
merupakan faktor penting dalam sebuah pengembangan kurikulum. Melalui evaluasi
kita dapat melihat keberhasilan pengelolaan pembelajaran dan keberhasilan siswa
mencapai tujuan pembelajaran.[22]
Evaluasi merupakan proses yang menentukan kondisi, di mana suatu tujuan telah
dapat dicapai.[23]
Jika evaluasi kurikulum telah dilaksanakan maka biasanya akan ditentukan langkah
selanjutnya yaitu perbaikan, perubahan,pemberharuan atau inovasi terhadap suatu
kurikulum itu atau akan dipertahankan sampai batas waktu tertentu.[24]
BAB III
PENUTUP
Kesimpuan
pengertian kurikulum itu sangat
luas dan berkembang sesuai situasi dan kondisi. Kurikulum tidak bisa
diungkapkan dalam satu pendapat yang dianggap baku, karena semua pendapat
tersebut memiliki alasan masin-masing yang rasional. Ada beberpa konsep tentang kurikulum, sebagian
berpendapat menekankan pada mata pelajaran, sebagian menekankan pada
pengalaman, sedangkan pihak lain memadukan dua pendapat tersebut. Sedangkan
istilah pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang
menghasilakan kurikulum atau proses yang mengaitkan suatu komponen dengan
komponen yang lain untuk menghasikan kurikulum yang lebih baik.
Ada beberapa fungsi kurikulum yang
harus diketahui: fungsi kurikulum bagi sekolah, bagi anak didik, bagi
pendidik,bagi kepala sekolah, bagi orang tua, bagi masyarakat. Kurikulum dalam
pendidikan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam seluruh proses pendidikan.
Dalam menjalankan kurikulum membutuhkan pengembangan supaya kurikulum menjadi
lebih sempurna. Dalam pengembangannya kurikulum memiliki langkah-langkah
tersendiri yaitu mulai dari perencanaan dlam perencanaan didahului oleh ide
lalu program selanjutnya implementas (pelaksanaan) serta yang terakhir evaluasi
yang diharapkan akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Daftar Rujukan
Nana Syaodih
Sukmadinata,pengembangan KurikulumTeori dan Praktek, Bandung:PT Remaja Rosdakarya,2005
Muhammad Zaini,Pengembangn Kurikulum,
Surabaya:Elkaf,Surabaya,2006
Muhammad
Zaini, Pengembangan Kurikulum Konsep Implementasi Evaluasi dan Inovasi,
Yogyakarta:Teras,2009
http://www.idsejarah.net/2014/01/fungsi-dan-peranan-kurikulum.html, diakses
pada tanggal 13-9-2015
Wahid Murni,Pengembangan
Kurikulum IPS dan Ekonomi di Sekolah, Malang: UIN Maliki Press,2010
Wina Sanjaya,Perencanaan dan
Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta: Kencana,2009
H.M Sukardi,Evaluasi Pendidikan prinsip
& Operasional, Yogyakarta:Bumi Aksara, 2006
[1] Nana Syaodih
Sukmadinata,pengembangan KurikulumTeori dan Praktek, (Bandung:PT Remaja
Rosdakarya,2005),hal 4
[11] Muhammad Zaini, Pengembangan Kurikulum
Konsep Implementasi Evaluasi dan Inovasi,(Yogyakarta:Teras,2009),hal 8
[18] http://www.idsejarah.net/2014/01/fungsi-dan-peranan-kurikulum.html, diakses
pada tanggal 13-9-2015
[21] Wahid Murni,Pengembangan
Kurikulum IPS dan Ekonomi di Sekolah,(Malang: UIN Maliki Press,2010), hal
39
