Kamis, 28 Agustus 2014

Makalah fiqih(sholat)



TUGAS MAKALAH
SHOLAT
Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Fiqih

Dosen Pembimbing:
Dr.H.Ahmad Muhtadi Anshor,M.Ag
Di Susun oleh:
1.Muhammad Ihksani    2812133037
2.Muhammad Sirajudin 2812133038
3.M.Tajudin Fadhil        2812133039
4.M.Ali Fatih Sirojudin 2812133040

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN)
TULUNGAGAUNG
TAHUN AKADEMIK 2014


KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat ALLAH SWT atas taufik serta izinnya berkenaan dengan terselesaikannya makalah tugas FIQH yang berkaitan dengan tema “SHOLAT”. Sehingga makalah ini bisa terselesaikan tepat pada waktunya. Kesejahteraan serta keselamatan semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi besar Muhamad SAW.yang telah membawa ummat dari zaman kegelapan ke zaman yang terang dengan cahaya islam.
Selanjutnya makalah yang disusun ini berisikan berbagai pembahasan mengenai permasalahan yang berkaitan  dengan hal-hal sholat sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman didalam menjalankan kewajiban sholat yang mana sholat tersebut merupakan salah satu rukun islam dari beberapa rukun islsm yang lima tersebut.Semoga makalah ini bisa menjadi referensi kita semua dalam proses pelaksanaan sholat lima waktu.
Kami menyadarimakalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini kedepannya.
Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan menjadikan amal saleh bagi kita semua. Amin.



Tulungagung, 11 Maret 2014

     Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...........................................................................................
KATA PENGANTAR.........................................................................................
DAFTAR ISI........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Maslah..........................................................................
B.    Rumusan Masalah.................................................................................
C.    Tujuan Penulisan...................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A.      Pengertian Sholat………………………………………………........
B.       Selayang Pandang Tentang Hakikat Sholat………...........................
C.       Manfaat Menagrjakan Sholat………………………………………..
D.      Macam-macam bentuk sholat ditinjau dari segi hukum…………….
E.       Syarat –syarat wajib sholat………………………………………….
F.        Syarat-syarat syahnya sholat…………………………………………
G.      Rukun-rukun sholat………………………………………………….
H.      Hal-hal yang membatalkan sholat……………………………………
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan…………………………………………………………..
B.     Saran…………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….






BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
    Sholat merupakan salah satu tiang bangunan islam. Begitu pentingnya arti sebuah tiang dalam suatu bangunan yang bernama islam, sehingga takkan mungkin untuk ditinggalkan.
Makna bathin juga dapat ditemukan dalam sholat yaitu: kehadiran hati, tafahhum (Kefahaman terhadap ma’na pembicaraan), ta’dzim (Rasa hormat), mahabbah, raja’ (harap) dan haya (rasa malu), yang keseluruhannya itu ditujukan kepada Allah sebagai Ilaah.
Sesungguhnya shalat merupakan sistem hidup, manhaj tarbiyah dan ta’lim yang sempurna, yang meliputi (kebutuhan) fisik, akal dan hati. Tubuh menjadi bersih dan bersemangat, akal bisa terarah untuk mencerna ilmu, dan hati menjadi bersih dan suci. Shalat merupakan tathbiq ‘amali (aspek aplikatif) dari prinsip-prinsip Islam baik dalam aspek politik maupun sosial kemasyarakatan yang ideal yang membuka atap masjid menjadi terus terbuka sehingga nilai persaudaraan, persamaan dan kebebasan itu terwujud nyata. Terlihat pula dalam shalat makna keprajuritan orang-orang yang beriman, ketaatan yang paripurna dan keteraturan yang indah.
 Sholat sebagai salah satu penjagaan bagi orang-orang yang beriman yang benar-benar melaksanakannya.
B.Rumusan Masalah.                                                           
Ø  Pengertian Sholat?
Ø  Selayang pandangan tentang hakikat sholat.
Ø  Apakah manfaat dari mengerjakan sholat?
Ø  Beberapa macam bentuk sholat ditinjau dari segi hukum
Ø   Syarat –syarat wajib sholat
Ø   Syarat-syarat syahnya sholat
Ø   Rukun-rukun sholat.
Ø  Hal-hal yang membatalkan sholat.
C Tujuan penulisan.
·         Mengetahui definisi dan arti sebenarnya tentang sholat
·         Mengetahui seberapa besar dari manfaat dari sholat.
·         Mengetahui berbagai macam bentuk sholat.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertia Sholat.
       Sholat menurut istilah kebahasaan adalah berdoa.Sedangkan menurut syariat,sholat adalah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan yang dimulai dengan takbirothul ikhram dan diakhiri dengan salam disertai pula dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ada.
B.Selayang Pandangan Tentang Hakikat Sholat.
       a.Sesungguhnya sholat merupakan poros inti hubungan antar manusia dan tuhannya,disamping itu juga merupakan poros inti untuk menghidupkan sebuah arti tentang keimanan didalam qolbu seorang hamba.
Misal didalam sholat,manusia akan selalu ingat kepada allah swt,dari permlaan sholat hingga selesai.Bahkan didalam sholat manusia bisa ingat akan hari akhir dikala melafaldzkan sebuah ayat al-quran yang artinya Yang menguasai hari pembalasan.(Al-fatihah;4).Oleh karena itu sholat merupakan gambaran konkret dan nyata keimanan seseorang akan hal yang ghoib.
       b.Kelurusan jalan seseorang adalah sesusai dengan kadar akidah dan keimanan dihatinya.Sholat merupakan amalan yang dapat menumbuhkan keimanan,hal ini merupakan faktor utama yang bisa mendorong manusia untuk selalu berperilaku lurus.
       c.Sholat merupakan sebuah simbol untuk membangkitkan keimanan seseorang.Namun hal itu tidak mudah kecuali orang yang benar-benar mempunyai rasa keimanan kepada allah.
C.Manfaat didalam mengerjakan sholat.
o    Sholat merupakan rukun islam,dengan mengerjakannya berarti telah mendirikan agama.
Seperti disebutkan dalam hadist.Rosul bersabda;Sholat merupakan tiang agama,barang siapa mengerjakan sholat berarti iatelah mendirikan tiang agama,dan barang siapa meninggalkannya,berarti iatelah merobohkan tiang agama…………
o    Sholat dapat menghapus dosa seorang hamba.
o    Dengan bersholat,dapat menyehatkan bagi pelakunya baik sehat jasmani atau pun sehat ronai.
D.Beberapa Macam bentuk Sholat ditinjau dari segi hukum.
       Didalam menjalankan sholat,ada 2 macam bentuk sholat yang dapat ditijau dari segi hukumnya,ada kalanya:
ü  Sholat-sholat wajib(fardhu),
ü  .Sholat-sholat sunnah.
a.         Sholat-sholat wajib(Fardhu).
Adapun sholat fardhu dalam sebagian  redaksi,sholat yang dimaksudkan adalah itu ada lima.Lima tersebut adalah Dhuhur,Ashar,Maghrib,Isya dan Subuh.Dan hal itu semua wajib dilakukan diawal waktu secara leluasa,sampai waktu tersebut habis.
Misalnya Sholat Dzuhur;Menurut Imam Nawawi,didalam kitab Fatkhul Qorib sholat ini dinamakan dzuhur karena tampak jelas sholat tersebut di lakukan ditengah  siang hari.Adapun permulaan waktunya,mulai dari condongnya matahari di tengah langit .Condongnya tersebut dapat diketahui dengan berpindahnya bayangan ke arah timur.
b.         Sholat-sholat Sunnat.
Ada beberapa sholat di hukumi sunnat melakukannya,diantaranya:
ü  Sholat hari raya idhul fitri
ü  Sholat hari raya qurban
ü  Sholat gerhana matahari
ü  Sholat gerhana bulan
ü  Sholat istisqo
ü  Sholat-sholat sunnat yang mengikuti sholat fardhu dengan istilah SUNAH ROTIBAH.
ü  Dan masih banyak lagi sholat-sholat sunnah yang lainnya…..
Dari berbagai macam sholat sunnah yang ada tersebut,ada kalanya yang dianjurkan untuk di lakasanakan secara berjamaah itu lebih afdhol,dan ada kalanya dilakaukan munfaridan(sendiri) itu pun dilebih baik karena dapat melatih diri untuk selalu melasanakan perbuatan-perbuatan yang mempunyai hukum sunnah .Serta ada kalanya sholat sunnah tersebut yang bersifat Muakkadah dan ghoiru muakkadah..
E.Syarat-syarat wajib Sholat.
       Ada tiga syarat wajib sholat;
v  Islam;Orang kafir asli tidak wajib sholat
v  Baligh;
v  Berakal
F.Syarat-syarat syahnya.
       Syarat-syarat sholat sebelu masuknya waktu sholat ada lima perkara.Lafadz Syarat m enurut arti bahasa adalah;alamat,sedangkan syara adalah;sesuatau yang menjadi penyebab sahnya sholat,akan tetapi bukan merupakan juznya sholat.
§   Suci anggota badan dari hadas besar dan hadas kecil,
§   Menutup auaratnya,meskipun dalam keadaan sendiri.
§   Berdiri pada tempat yang suci.
§   Mengetahui masuknya waktu sholat.
§   Menghadap kiblat.
G.Rukun-rukun Sholat.
       Didalam melaksanakan sholat terdapat rukun-rukun yang harus dilakukan,dan rukun tersebut merupakan tolak ukur kesempurnaan didalam melakukannya..
Adapun rukun-rukun sholat berjumlah 18;
*         Niat;
*         Berdiri jika mampu,jika tidak lebih baik dengan duduk;
*         Takbirotul Ikhram
*         Membaca al-fatihah;
*         Ruku’
*         Thuma’ninah
*         Bangun dari ruku’
*         Thuma’ninah didalam i’tidal
*         Sujud,
*         Thuma’ninah didalam sujud
*         Duduk diantara dua sujud
*         Thuma’ninah ketika duduk diantara dua sujud
*         Duduk tkhiyat yang akhir
*         Membaca takhiyat akhir;
*         Membaca Sholawat ,
*         Salam;
*         Niat keluar dari sholat,namun yang demikian tidak wajib.
*         Tartib(runtut).
H.Hal yang membatalkan sholat.
      Didalam melakukan sholat,setiap seseorang harus memperhatikan beberapa hal yang harus ditinggalkan yang mana hal itu dapat membatalkan sholat.
Ada beberapa hal dapat membatalkan sholat,yaitu:
Ø  Pembicaraan yang disengaja.
Ø  Melakaukan perbuatan yang banyak yang berturut-turut.
Ø  Hadast besar ataupun kecil.
Ø  Timbulnya najis yang tidak dima`fu.
Ø  Terbukanya aurat dengan sengaja.
Ø  Berubahnya niat,seperti niat keluar.
Ø  Membelakangi qiblat.
Ø  Makan dan minum,kecuali orang tersebut tidak tahu haramnya makan dan minum.
Ø  Tertawa(tertawa biasa).
Ø  Riddah(memutuskan islam dengan perkara atau perbuatan).








BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan.
        Secara lahiriah shalat berarti beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah menurut syarat – syarat yang telah ditentukan. Sedangkan secara hakikinya ialah berhadapan hati (jiwa) kepada Allah, secara yang mendatangkan takut kepada-Nya serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa kebesarannya dan kesempurnaan kekuasaan-Nya atau melahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua – duanya. Orang beriman melaksanakan shalat sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT, serta sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Selain itu sholat juga mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia, untuk kesehatan manusia itu sendiri, ketenangan hati dan pikiran, dan keselamatan di akhirat karena amal yang pertama dihisab adalah sholat.
        Sholat merupakan sebuah kewajiban setiap orang islam,baik laki-laki atau permpuan yang telah mempunyai ketetapan waktu.Selain itu pula,didalam melaksanakan sholat haruslah mengikuti ketentuan-ketentuan mulai dari syarat wajib sholat,syarat syahnya sholat,dan rukun-rukunnya begitu pula harus mengetahui berbagai hal yang dapat membatalkannya.
B.Saran.
       Sholat sebagai suatu tarbiyyah yang begitu luar biasa yang mengajarkan kebaikan dalam segala aspek kehidupan, sebagai pencegah kemungkaran dan kemaksiatan, sebagai pembeda antara orang yang beriman dan orang yang kafir, sholat sebagai syariat dari Allah dalam kehidupan, semoga dapat difahami, diamalkan dan diaplikasikan dengan benar dalam kehidupan kita. Kebenaran datang dari Allah semata dan kesalahan-kesalahan takkan lepas dari kami sebagai manusia yang memiliki banyak kekurangan. Maka teruslah berusaha untuk menjauhi segala yang menjadi larangannya dan melaksanakan segala perintahnya, meneladani Nabi kita Nabi Muhammad SAW.



DAFTAR PUSTAKA
SAID HAWA;Al-Islam,Jakarta:Gema Insani,2004
A.HUFAF IBRIY,Ust;Studi fiqh islam versi pesantren jilid 1,Surabaya;Tiga dua,1993
M.NAWAWI IBNU UMAR,Al-Jaawi I;Tausyih ala fatkhul qorib li abi abdillah ibni qosim Asy-syafii sarah ghoyatu at-taqrib li abi suja`ahmad ibnu khusaini ibnu ahmad al-asyfihaani;