Minggu, 14 Desember 2014

PENDEKATAN PEMBELAJARAN MAHARAH KALAM



MAKALAH
PENDEKATAN PEMBELAJARAN MAHARAH KALAM
“Problematika pembelajaran Maharah kalam”
(Terkait Buku,Siswa,Guru,dan Sumber belajar)

Dosen Pengampu:
H.Moh.Amirudin,M.Pd

Penyusun:
Muhamad Sirajudin                                     (2812133038)
Ninik Purwati                                                (2812133044)

FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
TAHUN AJARAN 2014/2015


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun makalah ini dengan tanpa ada keraguan sedikit pun didalam penyusunannya. Adapun makalah yang disusun ini berisikan pembahasan tentang Problematika pembelajaran Maharah kalam(Terkait Buku,Siswa,Guru,dan Sumber belajar). Hal ini merupakan hal yang harus menjadi perhatian oleh setiap pendidik. Makalah  ini disusun guna melengkapi tugas-tugas bagi mahasiswa program S-1 Pendidikan Bahasa Arab Fatik IAIN Tulungagung  tahun ajaran 2014/2015 mata kuliah PENDEKATAN PEMBELAJARAN MAHARATUL KALAM
Atas selesainya makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar.
2. Kedua orang tua penulis yang telah membantu dengan doa.
3. H.Moh.Amirudin,M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah pendekatan pembelajaran maharatu kalam.
4. Dan seluruh pihak yang turut serta didalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya. Dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan makalah  ini. Semoga karya sederhana ini bermanfaat bagi para pembaca.

Tulungagung,8 Oktober 2014                                    

Penyusun



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Daftar Isi
BAB I PENDAHULAUN
A. Latar Belakang1
B. Rumusan Masalah1
C. Tujuan Pembahasan1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian problematika pembelajara2
B. Pengertian Mahartul kalam2
C. Problematika pembelajaran maharatul kalam3
1. Problematika pembelajaran terkait buku3
2. Problematika pembelajaran terkait siswa4
3. Problematika pembelajaran terkait guru6
4. Problematika pembelajaran terkait sumber belajar6
BAB III PENUTUP
Kesimpula8
Daftar pustaka



BAB I
Pendahuluan
A.    Latar belakang
            Pembelajaran merupakan langkah awal didalam sistem pendidikan dan merupakan suatu sistem usaha untuk membuat setiap para pelajar untuk melakukan kegiatan belajar dengan baik. Dengan kata lain pembelajaran merupakan suatu upaya menciptakan kondidsi agar terjadi kegiatan belajar. Dalam hal ini pembelajaran juga diartikan sebagai usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri peserta didik.
            Problematika adalah merupakan suatu permasalahan yang pasti adanya didalam setiap aspek kegiatan,begitu pula dengan proses pembelajaran. Problematika yang sering kerap muncul didalam proses pembelajaran yakni diantaranya terkait dengan buku,siswa,guru dan sumber belajar. Oleh karena itu sudah menjadi kepentingan untuk mempelajari serta mengetahui  Problematika pembelajaran yang dihadapi dalam sistem kependidikan.
B.     Rumusan masalah
a)      Apakah pengertian problematika pembelajaran itu?
b)      Apakah pengertian tentang maharatul kalam?
c)      Apa yang menjadi problematika dalam proses pembelajaran mahara kalam?

C.     Tujuan Pembahasn
a)      Untuk mengetahui tentang pengertian istilah problematika didalam pembelajaran
b)      Memahami pengertian mengenai maharatul kalam
c)      Mengetahui hal ytang menjadi sebuah problematika yang sering ada didalam pembelajaran terutama mengenai pembelajaran maharatul kalam.
BAB II
Pembahasan
A.    Pengertian problematika pembelajaran
Problematika adalah merupakan suatu permasalahan yang pasti adanya didalam setiap aspek kegiatan,begitu pula dengan proses pembelajaran. Problematika yang kerap muncul didalam proses pembelajaran yakni diantaranya terkait dengan buku,siswa,guru dan sumber belajar. Oleh karena itu sudah menjadi kepentingan untuk mempelajari serta mengetahui  Problematika pembelajaran yang dihadapi dalam sistem kependidikan.
Sedangkan pembelajaran merupakan proses belajar dan mengajar atau dengan kata lain proses belajar yang terstruktur dan teratur. Adapun yang dimaksud terstruktur ialah tersusunnya proses pembelajaran yang baik yang didukung oleh berbagai hal sebagai penunjang didalam kelancaran pembelajarn. Hal yang dijadikan pendukung yang dimaksudkan tersebut ialah tersedianya beberapa aspek sumber daya didalamnya,diantaranya terkait dengan buku,siswa,guru,dan sumber belajar.
Dari pengertian tentang problematika dan pembelajaran yang telah disebutkan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya pengertian problematika pembelajaran adalah kendala atau persoalan dalam proses belajar mengajar yang harus dipecahkan agar tercapai tujuan yang maksimal.[1]

B.     Pengertian Maharatul Kalam
 Kalam (ucapan/percakapan) merupakan bentuk kegiatan berbahasa yang sangat penting bagi anak-anak maupun orang dewasa. Manusia lebih sering menyampaikan idenya melalui pembicaraan atau kata-kata (kalam) daripada melalui penulisan (kitabah). Sebagian besar komunikasi antar manusia lebih banyak menggunakan komunikasi lisan (kalam) daripada komunikasi tulisan (kitabah).
Pengertian kalam menurut bahasa adalah penjelasan atau ungkapan. Ungkapan ini digunakan untuk menyampaikan ide-idenya supaya orang lain dapat memahaminya.
كلام في أصل اللغة عبارة عن : الأصوات المفيدة هو: المعنى القائم بالنفس الذي يعبر عنه بألفاظ, يقال في نفس كلام, وفي اصطلاح النحاة: الجملة المركبة المفيدة نحو: جاء الشتاء.[2]
Sedangkan pengertian kalam menurut istilah adalah seni memindahkan ide, perasaan, pengetahuan, kabar atau berita, dan pengalaman dari seseorang kepada orang lain yang mendengarkan atau yang diajak bicara agar orang yang mendengarkan tersebut dapat memahami apa yang disampaikan oleh pembicara.
أما التعريف الاصطلاحي للكلام فهو: ذلك الكلام المنطوق الذي يعبر به المتكلم عما في نفسه من: هاجسه، أو خاطره، وما يجول بخاطره من مشاعر وإحساسات، وما يزخر به علقه من: رأى أو فكر، وما يريد أن يزود به غيره من معلومات، أو نحو ذلك، في طلاقة وانسياب، مع صحة في التعبير وسلامة في الأداء.[3]
Jadi dapat disimpulkan maharah kalam adalah merupakan kemahiran didalam berbicara atau bercakap-cakap dengan orang lain. Dan orang lain yang diajak bicara (مخطب)tersebut faham dengan yang disampaikan pembicara(متكلّم).


C.     Problematika pembelajaran maharah kalam
Dalam proses pembelajaran tentunya terdapat permasalahan-permasalahan atau problematika yang muncul seiring dengan berjalannya proses pembelajaran tersebut. Problematika tersebut ialah:
1.      Problematika pembelajaran maharah kalam terkait dengan Buku
Suatu proses pembelajaran akan terlaksana dengan maksimal apabila semua unsur penunjangnya terpenuhi. Seperti, tersedianya alat-alat peraga dan kelas yang nyaman serta menyenangkan. Selain itu, tersediannya penunjang seperti buku-buku juga tidak kalah penting, segala penjelasan serta pemecahan mengenai suatu permasalahan dalam hal  belajar dapat kita temukan penjabarannya dalam buku. Terutama buku yang terkait dengan pembelajaran maharatul kalam,sehingga baik bagi seorang pengajar maupun peserta didik bisa memiliki pedoman yang terkait dengan buku pembelajaran maharatul kalam di saat proses pembelajaran berlangsung. Seperti buku-buku yang pembahasannya dan materinya mendukung kepada pelatihan mahir berbicara bahasa arab.
Namun pada saat ini kebanyakan siswa jarang mendapatkan buku karena kemalasan mereka sendiri untuk mencari ataupun karena buku yang mereka butuhkan sulit untuk di dapatkan atau bahkan buku tersebut sudah tidak ada. Sulitnya mendapat buku yang mereka cari setelah beberapa kali mencoba membuat mereka malas sehingga akhirnya mereka hanya merasa puas pada apa yang sudah ada. Meskipun keadaan dan kualitas serat kesesuaian buku yang mereka kuasai tersebut kurang memenuhi standar yang semestinya dikuasai. Hal tersebut membuat pengetahuan siswa menjadi terbatas atau bahkan kurang. Apalagi jika bahasa buku tersebut dalam bahasa arab. Jadi sebuah buku yang tersedia haruslah disesuaikan dengan tingkatan serta mempunyai kualitas yang bisa mempunyai nilai lebih.
Meskipaun sekarang ini sudah tersedia banyak perpustakaan kadang kala dalam perpustakaan tersebut siswa tetap tidak mendapatkan buku yang mereka perlukan, karena koleksi yang terbatas. Jalan lain yang dapat di tempuh yaitu dengan membeli buku. Namaun agaknya pada saat ini hal tersebut jarang sekali terjadi, karena mereka merasa sayang jika uang mereka harus mereka habiskan untuk membeli buku, dan akhirnya mereka memilih mencarinnya di internet tanpa memperhatikan siapa yang menulis artikel tersebut. Sehingga karya yang mereka hasilkan belum tentu benar dan akurat.
2.      Problematika pembelajaran maharah kalam terkait dengan Siswa
Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam:
a)      Faktor internal (keadaan jasmani dan rohani siswa)
1)      Faktor fisiologis
Secara umum kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang tidak prima, dalam keadaan lelah dan capek,dalam keadaan cacat jasmani, dan sebagainnya, semua akan menghambat proses dan hasil belajar. Siswa yang kurang gizi misalnya, ternyata kemampuan belajarnya berada di bawah siswa-siswa yang tidak kekurangan gizi, sebab mereka yang kekurangan gizi pada umumnya cenderung cepat lelah capek, cepat ngantuk dan akhirnya tidak mudah dalam menerima pelajaran.
Demikian juga kondisi saraf pengontrol kesadaran dapat berpengaruh pada proses dan hasil belajar. Misalnya, seseorang yang minum minuman keras akan kesulitan untuk melakukan proses belajar, karena saraf pengontrol kesadarannya terganggu.
Disamping kondisi-kondisi di atas, merupakan hal yang penting juga memperhatikan kondisi pancaindera. Terkait dengan faktor internal yang lebih penting adalah dibutuhkahkan kemauan dari setiap peserta didik untuk mencoba berbiacara semampunya sehingga seorang pengajar akan mengetahui seberapa kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik tersbut.
2)      Faktor psikologis
Problematika dalam faktor psikologis yaitu,
a.       Intelegensi rendah atau kurang
b.      Tidak ada perhatian
c.       Tidak ada minat dan bakat
d.      Tidak ada motiv dan motivasi
b)      Faktor eksternal (kondisi disekitar siswa)
Kondisi lingkungan juga mempengaruhi proses dan hasil belajar. Belajar pada tengah hari di ruang yang memiliki ventilasi udara kurang tentunya akan berbeda dengan suasana belajar di pagi hari yang udarannya masih segar. Lingkungan sosial juga dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Seringkali guru dan siswa yang sedang belajar di dalam kelas merasa terganggu oleh obrolan orang-orang yang berada di luar persis di depan kelas tersebut.[4]
c)      Faktor pendekatan belajar (strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran)
Faktor-faktor di atas dalam banyak hal sering saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Jadi, karena pengaruh faktor-faktor tersebut di ataslah, muncul siswa-siswa yang berprestasi tinggi dan berprestasi rendah atau gagal sama sekali.

3.      Problematika pembelajaran maharah kalam terkait dengan Guru
Pendidik adalah bapak rohani (spiritual father) bagi anak didik yang memeberikan santapan jiwa dengan ilmu, pembinaan akhlak mulia, dan meluruskannya. Oleh karena itu, pendidik mempunyai kedudukan yang tinggi sebagaimana yang dilukiskan dalam hadits nabi muhammad saw. Bahwa: “tinta seorang ilmuwan (ulama’)lebih berharga ketimbang darah orang syuhada”.
Guru sebagai pelaksana kurikulum sekolah harus mengerti kebutuhan siswa. Mereka juga harus mrengerti dengan baik tentang isi dan konteks kurikulum sebelum memulai mempersiapkan lectureplan, seperti tujuan mengajar dan teknik yang cocok untuk mengajar. Namun, pendidik yang memenuhi hal tersebut agaknya sedikit berkurang seiring dengan munculnya tenaga pendidik yang kurang memikirkan hal tersebut, bahkan tidak memikirkanya dan hanya memikirkan untuk mendaaptkan materi atau biar tidak di sebut sebagai pengangguran.
Permasalahan lain yang muncul dari tenaga pendidik ialah tidak mampunya seorang pendidik dalam mengelola proses pembelajaran, tidak mampu berperan sebagai moderator, tidak mampu memberikan motivasi terhadap siswanya, dan tidak mampu bertindak sebagai fasilitator terhadap siswanya. Dalam prosese pembelajaran maharah kalam ini permasalahan yang muncul dari tenaga pendidik ialah kurangnya pengetahuan pendidik mengenai pelajaran ini atau terbatasnya perbendaharaan kata. Sehingga ada pembatasan penyampaian materi dari pendidik kepada peserta didik dikarenakan kekuranagn yang terdapat pada diri pendidik tersebut.[5]
4.      Problematika pembelajaran maharah kalam terkait dengan Sumber Belajar
Sumber belajar  (منبع التعلم) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik  dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.
Ditinjau dari asal usulnya, sumber belajar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: sumber belajar yang dirancang(learning resources by design) yaitu sumber belajar yang memang sengaja dibuat untuk tujuan pembelajaran. Contohnya adalah: buku pelajaran, modul, program audio transparansi (OHT). Jenis sumber belajar yang kedua adalah sumber belajar yang sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan (learning resources by utilization) , yaitu sumber belajar yang tidak secara khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran, namun dapat ditemukan, dipilih dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Contohnya: penjabat pemerintah, tenaga ahli, pemuka agama, olahragawan,surat kabar, dan siaran televisi.
Permasalahanya sumber belajar yang dirancang seperti buku dan modul sulit untuk di dapatkan, kalaupun ada belum tentu buku ataupun modul tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan peserta didik. Bisa juga karena penyebaran atau penyediaan buku atau modul yang terbatas. Sedangkan untuk sumber belajar yang tidak secara khusus dirancang kebanyakan diambil dari kehidupan dan televisi yang tidak keseluruhanya memiliki pengaruh yang positif, di dalamnya terdapat hal-hal yang juga bersifat negatif. Sehingga jika tidak jeli dan berhati-hati akan terkena dampak negatif dari sumber-sumber tersebut.[6]



BAB III
Penutup
Kesimpulan
Dari bebarapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dari segala macam pembelajaran yang ada pasti menuai berbagai masalah yang menjadi penghambat proses pembelajaran. Begitupula dengan proses pembelajaran maharatul kalam tak luput pula dari segala masalah yang timbul sebagai penghambat proses pembelajaran tersebut. Penghambat yang sering timbul didalam pembelajaran banyak terkait mengenai buku,siswa,guru bahkan sumber belajar pun merupakan pengahambat didalam pembelajaran.



DAFTAR PUSTAKA
Nasution,Belajar dan pembelajaran,jakarta,Bumi Aksara,2006
Khomsyiah,Indah.2012.Belajar dan Pembelajaran,Perum Polri Gowok D 3 No.200 Depok Sleman Yogyakarta,Teras.
Sulistyorini,2006.Manajemen Pendidikan Islam,eLKAF,Surabaya.
;http://banjirembun.blogspot.com/2012/11/pengertian-problematika-pembelajaran.html/
http://www.taufiqslow.com/2013/04/pengertian-maharatul-kalam


[1] Pengertian problematika pemelajara;http://banjirembun.blogspot.com/2012/11/pengertian-problematika-pembelajaran.html/diakses tanggal 9 oktober 2014 pada pukul 20:20
[2] Pengertian maharatul kalam;http://www.taufiqslow.com/2013/04/pengertian-maharatul-kalam diakses pada tanggal 9 oktober 2014 pada pukul 20:44
[3] Ibid.
[4]. Indah khomsiyah,Belajar dan pembelajaran(Teras,perum polri gowok Blok D3 no.200,Depok Sleman Yogyakarta),hlm 89.
[5]Sulistyorini,Manajemen pendidikan islam,(eLKAF Surabaya),Hlm 51,56
[6] Nasution. Belajar dan mengajar,(jakarta:Bumi Aksara,2006),Hlm194