MAKALAH
PENDEKATAN PEMBELAJARAN MAHARAH KALAM
“Problematika pembelajaran Maharah kalam”
(Terkait Buku,Siswa,Guru,dan Sumber belajar)
Dosen Pengampu:
H.Moh.Amirudin,M.Pd
Penyusun:
Muhamad Sirajudin (2812133038)
Ninik Purwati (2812133044)
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
TAHUN AJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga
penulis dapat menyusun makalah ini dengan tanpa ada keraguan sedikit pun
didalam penyusunannya. Adapun makalah yang disusun ini berisikan pembahasan
tentang Problematika pembelajaran Maharah kalam(Terkait Buku,Siswa,Guru,dan Sumber
belajar). Hal ini merupakan hal yang harus
menjadi perhatian oleh setiap pendidik. Makalah
ini disusun guna melengkapi tugas-tugas bagi mahasiswa program S-1
Pendidikan Bahasa Arab Fatik IAIN Tulungagung
tahun ajaran 2014/2015 mata kuliah PENDEKATAN PEMBELAJARAN MAHARATUL
KALAM
Atas
selesainya makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan
lancar.
2. Kedua orang tua penulis yang telah
membantu dengan doa.
3. H.Moh.Amirudin,M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah pendekatan
pembelajaran maharatu kalam.
4. Dan seluruh pihak yang turut serta
didalam penyusunan makalah ini.
Penulis
menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya. Dengan
segala kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan
makalah ini. Semoga karya sederhana ini
bermanfaat bagi para pembaca.
Tulungagung,8
Oktober 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
Daftar Isi
BAB I PENDAHULAUN
A. Latar Belakang1
B. Rumusan Masalah1
C. Tujuan Pembahasan1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian problematika pembelajara2
B. Pengertian Mahartul kalam2
C. Problematika pembelajaran maharatul kalam3
1. Problematika pembelajaran terkait buku3
2. Problematika pembelajaran terkait siswa4
3. Problematika pembelajaran terkait guru6
4. Problematika pembelajaran terkait sumber
belajar6
BAB III PENUTUP
Kesimpula8
Daftar pustaka
BAB I
Pendahuluan
A.
Latar belakang
Pembelajaran
merupakan langkah awal didalam sistem pendidikan dan merupakan suatu sistem
usaha untuk membuat setiap para pelajar untuk melakukan kegiatan belajar dengan
baik. Dengan kata lain pembelajaran merupakan suatu upaya menciptakan kondidsi
agar terjadi kegiatan belajar. Dalam hal ini pembelajaran juga diartikan sebagai
usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar
terjadi proses belajar dalam diri peserta didik.
Problematika
adalah merupakan suatu permasalahan yang pasti adanya didalam setiap aspek
kegiatan,begitu pula dengan proses pembelajaran. Problematika yang sering kerap
muncul didalam proses pembelajaran yakni diantaranya terkait dengan
buku,siswa,guru dan sumber belajar. Oleh karena itu sudah menjadi kepentingan
untuk mempelajari serta mengetahui Problematika pembelajaran yang dihadapi dalam
sistem kependidikan.
B.
Rumusan masalah
a) Apakah pengertian problematika pembelajaran
itu?
b) Apakah pengertian tentang maharatul kalam?
c) Apa yang menjadi problematika dalam proses
pembelajaran mahara kalam?
C. Tujuan Pembahasn
a) Untuk mengetahui tentang pengertian istilah
problematika didalam pembelajaran
b) Memahami pengertian mengenai maharatul kalam
c) Mengetahui hal ytang menjadi sebuah
problematika yang sering ada didalam pembelajaran terutama mengenai
pembelajaran maharatul kalam.
BAB II
Pembahasan
A. Pengertian problematika pembelajaran
Problematika adalah merupakan suatu
permasalahan yang pasti adanya didalam setiap aspek kegiatan,begitu pula dengan
proses pembelajaran. Problematika yang kerap muncul didalam proses pembelajaran
yakni diantaranya terkait dengan buku,siswa,guru dan sumber belajar. Oleh
karena itu sudah menjadi kepentingan untuk mempelajari serta mengetahui Problematika pembelajaran yang dihadapi dalam
sistem kependidikan.
Sedangkan pembelajaran merupakan proses
belajar dan mengajar atau dengan kata lain proses belajar yang terstruktur dan
teratur. Adapun yang dimaksud terstruktur ialah tersusunnya proses pembelajaran
yang baik yang didukung oleh berbagai hal sebagai penunjang didalam kelancaran
pembelajarn. Hal yang dijadikan pendukung yang dimaksudkan tersebut ialah
tersedianya beberapa aspek sumber daya didalamnya,diantaranya terkait dengan
buku,siswa,guru,dan sumber belajar.
Dari
pengertian tentang problematika dan pembelajaran yang telah disebutkan diatas,
maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya pengertian problematika pembelajaran
adalah kendala atau persoalan dalam proses belajar mengajar yang harus
dipecahkan agar tercapai tujuan yang maksimal.[1]
B. Pengertian Maharatul Kalam
Kalam (ucapan/percakapan) merupakan bentuk kegiatan
berbahasa yang sangat penting bagi anak-anak maupun orang dewasa. Manusia lebih
sering menyampaikan idenya melalui pembicaraan atau kata-kata (kalam)
daripada melalui penulisan (kitabah). Sebagian besar komunikasi antar
manusia lebih banyak menggunakan komunikasi lisan (kalam) daripada
komunikasi tulisan (kitabah).
Pengertian kalam menurut bahasa adalah penjelasan atau ungkapan.
Ungkapan ini digunakan untuk menyampaikan ide-idenya supaya orang lain dapat
memahaminya.
كلام في أصل اللغة عبارة عن : الأصوات المفيدة هو: المعنى القائم بالنفس الذي يعبر
عنه بألفاظ, يقال في نفس كلام, وفي اصطلاح النحاة: الجملة المركبة المفيدة نحو: جاء
الشتاء.[2]
Sedangkan pengertian kalam menurut istilah adalah seni memindahkan
ide, perasaan, pengetahuan, kabar atau berita, dan pengalaman dari seseorang
kepada orang lain yang mendengarkan atau yang diajak bicara agar orang yang
mendengarkan tersebut dapat memahami apa yang disampaikan oleh pembicara.
أما التعريف الاصطلاحي للكلام فهو: ذلك الكلام المنطوق
الذي يعبر به المتكلم عما في نفسه من: هاجسه، أو خاطره، وما يجول بخاطره من مشاعر وإحساسات،
وما يزخر به علقه من: رأى أو فكر، وما يريد أن يزود به غيره من معلومات، أو نحو ذلك،
في طلاقة وانسياب، مع صحة في التعبير وسلامة في الأداء.[3]
Jadi dapat disimpulkan maharah kalam adalah
merupakan kemahiran didalam berbicara atau bercakap-cakap dengan orang lain.
Dan orang lain yang diajak bicara (مخطب)tersebut
faham dengan yang disampaikan pembicara(متكلّم).
C.
Problematika pembelajaran maharah kalam
Dalam proses pembelajaran tentunya terdapat
permasalahan-permasalahan atau problematika yang muncul seiring dengan
berjalannya proses pembelajaran tersebut. Problematika tersebut ialah:
1. Problematika pembelajaran maharah kalam
terkait dengan Buku
Suatu proses pembelajaran akan terlaksana dengan maksimal apabila semua
unsur penunjangnya terpenuhi. Seperti, tersedianya alat-alat peraga dan kelas
yang nyaman serta menyenangkan. Selain itu, tersediannya penunjang seperti
buku-buku juga tidak kalah penting, segala penjelasan serta pemecahan mengenai
suatu permasalahan dalam hal belajar
dapat kita temukan penjabarannya dalam buku. Terutama buku yang terkait dengan
pembelajaran maharatul kalam,sehingga baik bagi seorang pengajar maupun peserta
didik bisa memiliki pedoman yang terkait dengan buku pembelajaran maharatul
kalam di saat proses pembelajaran berlangsung. Seperti buku-buku yang
pembahasannya dan materinya mendukung kepada pelatihan mahir berbicara bahasa
arab.
Namun pada saat ini kebanyakan siswa jarang mendapatkan buku karena
kemalasan mereka sendiri untuk mencari ataupun karena buku yang mereka butuhkan
sulit untuk di dapatkan atau bahkan buku tersebut sudah tidak ada. Sulitnya
mendapat buku yang mereka cari setelah beberapa kali mencoba membuat mereka
malas sehingga akhirnya mereka hanya merasa puas pada apa yang sudah ada.
Meskipun keadaan dan kualitas serat kesesuaian buku yang mereka kuasai tersebut
kurang memenuhi standar yang semestinya dikuasai. Hal tersebut membuat
pengetahuan siswa menjadi terbatas atau bahkan kurang. Apalagi jika bahasa buku
tersebut dalam bahasa arab. Jadi sebuah buku yang tersedia haruslah disesuaikan
dengan tingkatan serta mempunyai kualitas yang bisa mempunyai nilai lebih.
Meskipaun sekarang ini sudah tersedia banyak perpustakaan kadang kala dalam
perpustakaan tersebut siswa tetap tidak mendapatkan buku yang mereka perlukan,
karena koleksi yang terbatas. Jalan lain yang dapat di tempuh yaitu dengan
membeli buku. Namaun agaknya pada saat ini hal tersebut jarang sekali terjadi,
karena mereka merasa sayang jika uang mereka harus mereka habiskan untuk
membeli buku, dan akhirnya mereka memilih mencarinnya di internet tanpa
memperhatikan siapa yang menulis artikel tersebut. Sehingga karya yang mereka
hasilkan belum tentu benar dan akurat.
2. Problematika pembelajaran maharah kalam
terkait dengan Siswa
Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat
dibedakan menjadi tiga macam:
a) Faktor internal (keadaan jasmani dan rohani
siswa)
1) Faktor fisiologis
Secara umum kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang tidak prima, dalam
keadaan lelah dan capek,dalam keadaan cacat jasmani, dan sebagainnya, semua
akan menghambat proses dan hasil belajar. Siswa yang kurang gizi misalnya,
ternyata kemampuan belajarnya berada di bawah siswa-siswa yang tidak kekurangan
gizi, sebab mereka yang kekurangan gizi pada umumnya cenderung cepat lelah
capek, cepat ngantuk dan akhirnya tidak mudah dalam menerima pelajaran.
Demikian juga kondisi saraf pengontrol kesadaran dapat berpengaruh pada
proses dan hasil belajar. Misalnya, seseorang yang minum minuman keras akan
kesulitan untuk melakukan proses belajar, karena saraf pengontrol kesadarannya
terganggu.
Disamping kondisi-kondisi di atas, merupakan hal yang penting juga
memperhatikan kondisi pancaindera. Terkait dengan faktor internal yang lebih
penting adalah dibutuhkahkan kemauan dari setiap peserta didik untuk mencoba
berbiacara semampunya sehingga seorang pengajar akan mengetahui seberapa
kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik tersbut.
2) Faktor psikologis
Problematika dalam faktor psikologis yaitu,
a. Intelegensi rendah atau kurang
b. Tidak ada perhatian
c. Tidak ada minat dan bakat
d. Tidak ada motiv dan motivasi
b) Faktor eksternal (kondisi disekitar siswa)
Kondisi lingkungan juga mempengaruhi proses
dan hasil belajar. Belajar pada tengah hari di ruang yang memiliki ventilasi
udara kurang tentunya akan berbeda dengan suasana belajar di pagi hari yang
udarannya masih segar. Lingkungan sosial juga dapat mempengaruhi proses dan
hasil belajar. Seringkali guru dan siswa yang sedang belajar di dalam kelas
merasa terganggu oleh obrolan orang-orang yang berada di luar persis di depan
kelas tersebut.[4]
c) Faktor pendekatan belajar (strategi dan metode
yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran)
Faktor-faktor di atas dalam banyak hal sering
saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Jadi, karena pengaruh
faktor-faktor tersebut di ataslah, muncul siswa-siswa yang berprestasi tinggi
dan berprestasi rendah atau gagal sama sekali.
3. Problematika pembelajaran maharah kalam
terkait dengan Guru
Pendidik adalah bapak rohani (spiritual
father) bagi anak didik yang memeberikan santapan jiwa dengan ilmu,
pembinaan akhlak mulia, dan meluruskannya. Oleh karena itu, pendidik mempunyai
kedudukan yang tinggi sebagaimana yang dilukiskan dalam hadits nabi muhammad
saw. Bahwa: “tinta seorang ilmuwan (ulama’)lebih berharga ketimbang darah
orang syuhada”.
Guru sebagai pelaksana kurikulum sekolah harus
mengerti kebutuhan siswa. Mereka juga harus mrengerti dengan baik tentang isi
dan konteks kurikulum sebelum memulai mempersiapkan lectureplan, seperti
tujuan mengajar dan teknik yang cocok untuk mengajar. Namun, pendidik yang
memenuhi hal tersebut agaknya sedikit berkurang seiring dengan munculnya tenaga
pendidik yang kurang memikirkan hal tersebut, bahkan tidak memikirkanya dan
hanya memikirkan untuk mendaaptkan materi atau biar tidak di sebut sebagai
pengangguran.
Permasalahan lain yang muncul dari tenaga
pendidik ialah tidak mampunya seorang pendidik dalam mengelola proses
pembelajaran, tidak mampu berperan sebagai moderator, tidak mampu memberikan
motivasi terhadap siswanya, dan tidak mampu bertindak sebagai fasilitator
terhadap siswanya. Dalam prosese pembelajaran maharah kalam ini permasalahan
yang muncul dari tenaga pendidik ialah kurangnya pengetahuan pendidik mengenai
pelajaran ini atau terbatasnya perbendaharaan kata. Sehingga ada pembatasan
penyampaian materi dari pendidik kepada peserta didik dikarenakan kekuranagn
yang terdapat pada diri pendidik tersebut.[5]
4. Problematika pembelajaran maharah kalam
terkait dengan Sumber Belajar
Sumber belajar
(منبع التعلم) adalah semua sumber baik berupa
data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara
terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar
atau mencapai kompetensi tertentu.
Ditinjau dari asal usulnya, sumber belajar
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: sumber belajar yang dirancang(learning
resources by design) yaitu sumber belajar yang memang sengaja dibuat untuk
tujuan pembelajaran. Contohnya adalah: buku pelajaran, modul, program audio
transparansi (OHT). Jenis sumber belajar yang kedua adalah sumber belajar yang
sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan (learning resources by utilization)
, yaitu sumber belajar yang tidak secara khusus dirancang untuk keperluan
pembelajaran, namun dapat ditemukan, dipilih dan dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran. Contohnya: penjabat pemerintah, tenaga ahli, pemuka agama,
olahragawan,surat kabar, dan siaran televisi.
Permasalahanya sumber belajar yang dirancang
seperti buku dan modul sulit untuk di dapatkan, kalaupun ada belum tentu buku
ataupun modul tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan peserta didik. Bisa juga
karena penyebaran atau penyediaan buku atau modul yang terbatas. Sedangkan
untuk sumber belajar yang tidak secara khusus dirancang kebanyakan diambil dari
kehidupan dan televisi yang tidak keseluruhanya memiliki pengaruh yang positif,
di dalamnya terdapat hal-hal yang juga bersifat negatif. Sehingga jika tidak
jeli dan berhati-hati akan terkena dampak negatif dari sumber-sumber tersebut.[6]
BAB III
Penutup
Kesimpulan
Dari bebarapa uraian diatas dapat disimpulkan
bahwa dari segala macam pembelajaran yang ada pasti menuai berbagai masalah
yang menjadi penghambat proses pembelajaran. Begitupula dengan proses
pembelajaran maharatul kalam tak luput pula dari segala masalah yang timbul
sebagai penghambat proses pembelajaran tersebut. Penghambat yang sering timbul
didalam pembelajaran banyak terkait mengenai buku,siswa,guru bahkan sumber
belajar pun merupakan pengahambat didalam pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Nasution,Belajar dan pembelajaran,jakarta,Bumi
Aksara,2006
Khomsyiah,Indah.2012.Belajar dan
Pembelajaran,Perum Polri Gowok D 3 No.200 Depok Sleman Yogyakarta,Teras.
Sulistyorini,2006.Manajemen Pendidikan
Islam,eLKAF,Surabaya.
;http://banjirembun.blogspot.com/2012/11/pengertian-problematika-pembelajaran.html/
http://www.taufiqslow.com/2013/04/pengertian-maharatul-kalam
[1] Pengertian
problematika
pemelajara;http://banjirembun.blogspot.com/2012/11/pengertian-problematika-pembelajaran.html/diakses
tanggal 9 oktober 2014 pada pukul 20:20
[2] Pengertian maharatul
kalam;http://www.taufiqslow.com/2013/04/pengertian-maharatul-kalam diakses pada
tanggal 9 oktober 2014 pada pukul 20:44
[4]. Indah khomsiyah,Belajar dan pembelajaran(Teras,perum polri gowok Blok D3
no.200,Depok Sleman Yogyakarta),hlm 89.
[5]Sulistyorini,Manajemen pendidikan islam,(eLKAF Surabaya),Hlm 51,56
Tidak ada komentar:
Posting Komentar