TUGAS PENGGANTI KULIAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
NIM : 2812133038
Nama : Muhamad Sirajudin
Kelas : FTIK/PBA/6B
-
Perbedaan Penelitian Tindakan Kelas Dengan Penelitian Eksperimen
ada 12 aspek, dimulai dari pendekatan sampai dengan hasil penelitian. Jelaskan
perbedaan kedua jenis penelitian tersebut pada setiap aspeknya.
1.
Pendekatan
Pendekatan Penelitian eksperimen menggunakan pendekatan positivisme-kuantitatif.
Positivisme adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif yang pada
umumnya digunakan dalam penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis
pengaruh atau hubungan antar variabel yang diteliti. Kesimpulan hasil
penelitian diinterpretasikan dari hasil analisis data yang menggunakan rumus
matematik.
Penelitian tindakan menggunakan pendekatan naturalistik.
Pada pendekatan ini, penelitian tidak dilakukan untuk menguji hipotesis. Data
berbentuk kualitatif sehingga hasil penelitian cukup dipaparkan secara
deskriptif atau apa adanya.
2.
Tujuan
Tujuan Penelitian eksperimen bertujuan untuk menemukan pengaruh
perlakuan (tindakan yang dieksperimenkan) terhadap peningkatan hasil belajar.
Verifikasi hasil penelitian dilakukan dengan membandingkan kelas eksperimen
dengan kelas non eksperimen. Kesuksesan penelitian diukur dengan indikator
nilai pada kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas non eksperimen.
Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memecahkan, menemukan dan memferikasi masalah
nyata yang terjadi di kelas dan kelas tersebut masih menjadi wewenang guru
bidang studi yang mengadakan penelitian. Secara lebih rinci, PTK bertujuan
untuk: (1) meningkatkan mutu isi, proses dan hasil pembelajaran di kelas; (2)
meningkatkan kemampuan dan sikap profesional guru; (3) menumbuhkan budaya
akademik sehingga tercipa sikap proaktif dalam perbaikan mutu pembelajaran.
Penelitian tindakan kelas hanya menggunakan satu kelas. Indikator keberhasilan
diukur dari peningkatan sebelum dan sesudah pembelajaran. Penelitian dinyatakan
berhasil apabila tindakan dapat membuat orang yang sebelumnya kurang berdaya
menjadi lebih berdaya.
3.
Situasi
Situasi Situasi kelas dalam penelitian eksperimen yang dapat
mempengaruhi hasil belajar dikendalikan. Penelitian eksperimen minimal
menggunakan dua kelas yaitu satu kelas sebagai kelas perlakuan yang dikenai
tindakan dan satu kelas berikutnya sebagai kelas kontrol yang tidak diberi
perlakuan. Dua kelas Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas yang akan dibandingkan
tersebut dibuat dalam kondisi yang setara, baik kemampuan awalnya, peralatan
pembelajaran, materi pelajaran, lingkungan maupun guru yang menyampaikan
pelajaran.
Pada penelitian tindakan, kelas dibuat alami apa adanya
(natural) dan tidak ada kelas pembanding sehingga tidak memerlukan
pengendalian lingkungan belajar.
4.
Objek
Subjek penelitian Penelitian eksperimen mengambil subjek atau
sampel penelitian yang dipilih secara acak. Penelitian tindakan mengambil
subjek penelitian yang dipilih secara purposive yaitu pada kelas yang mengalami
permasalahan saja. Misalnya permasalahan dalam desain dan strategi pembelajaran
di kelas, masalah belajar siswa di kelas, metode mengajar (alat bantu, media
dan sumber belajar), lingkungan belajar, meteri pembelajaran, sistem asesmen
dan evaluasi proses dan hasil belajar dan lain sebagainya. Ukuran sampel penelitian
eksperimen minimal dua kelas sedangkan ukuran sampel penelitian tindakan
cukup satu kelas atau satu kelompok siswa yang mengalami masalah saja.
5.
Perlakuan atau tindakan
Perlakuan atau tindakan Penelitian tindakan dan eksperimen memiliki
kesamaan yaitu sama-sama menerapkan pendekatan, metode, strategi atau teknik
pembelajaran baru. Penelitian eksperimen menggunakan istilah perlakuan (treatment)
dan penelitian tindakan menggunakan istilah tindakan (action).
Tindakan yang dilakukan dalam kegiatan penelitian merupakan tindakan yang
sengaja dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Pada umumnya, tindakan yang
diterapkan merupakan tindakan baru yang tidak pernah dilakukan dalam kegiatan
sehari-hari.
6.
Paket yang diberikan
Paket
yang diberikan Penelitian eksperimen menetapkan perlakuan dalam satu paket
kegiatan yang sudah dirancang sebelumnya. Perlakuan (treatment)
cukup dilakukan satu kali atau diulang beberapa kali tetapi dengan cara yang
sama. Penelitian tindakan (action), terdiri dari beberapa siklus
yang tiap-tiap siklus kegiatannya berisi satu paket tindakan. Tindakan siklus
pertama disiapkan, kemudian tindakan siklus berikutnya berkembang sesuai
kebutuhan. Selama proses penelitian, tindakan dapat diubah, diperbaiki atau
dilengkapi sesuai dengan situasi yang ditemukan pada saat penelitian
berlangsung. Jumlah putaran atau siklus tidak ditentukan tetapi tindakan
diakhiri sampai masalah dapat dipecahkan dan perilaku yang diinginkan telah
tercapai.
7.
Peneliti
Peneliti
Peneliti dalam penelitian eksperimen dapat berada di luar kelas. Desain
eksperimen dirancang oleh peneliti tetapi pelaksanaan eksperimen dan
pengambilan data dapat dilakukan oleh orang lain. Peneliti dalam
penelitian tindakan terlibat secara langsung dalam proses penelitian.
Selama penelitian berlangsung, peneliti melakukan pengamatan, evaluasi dan
refleksi tindakan untuk merancang tindakan pada putaran waktu berikutnya.
8.
Hipotesis
Hipotesis Penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji
hipotesis, ada atau tidak ada hubungan/pengaruh antara variabel bebas yaitu
perlakuan yang diuji coba dengan variabel terikat yaitu perilaku yang
diharapkan. Contoh: penelitian yang berjudul “Pengaruh Permainan Edukatif Terhadap
Peningkatan Penguasaan Gramatika Arab Siswa Kelas VII Mts Ma’arif Sudimoro
Pacitan Tahun Ajaran 2015/2016”. Penelitian tersebut menguji hipotesis
alternatif yang menyatakan “Ada pengaruh media permainan edukatif terhadap
peningkatan penguasaan gramatika Arab siswa”. Hipotesis ini harus diuji dengan
metode analisis data statistik inferensial.
Dalam topik penelitian yang
sama, hipotesis penelitian tindakan ditulis dengan pernyataan yang berbunyi: “Penerapan
Permainan Edukatif Terhadap Peningkatan Penguasaan Gramatika Arab
Siswa Kelas VII Mts Ma’arif Sudimoro Pacitan Tahun Ajaran 2015/2016”.
Pembuktian hipotesis dilakukan dengan pendalaman pengamatan.
9.
Instrumen
Instrumen
Penelitian eksperimen menggunakan instrumen yang sebaiknya memenuhi validitas
(ketepatan) dan reliabilitas (keajegan). Ketepatan dan keajegan
instrumen dapat dibuktikan melalui prosedur yang baku. Penelitian tindakan
menggunakan instrumen yang ditulis rambu-rambunya saja, setelah
dilakukan tindakan, isi instrumen dapat berkembang sesuai dengan penambahan
perilaku yang diobservasi.
10.
Pengambilan data
Pengambilan data Penelitian eksperimen berorientasi pada hasil.
Data pengukuran perilaku (biasanya berupa nilai ujian) dikumpulkan setelah
eksperimen selesai. Penelitian tindakan berorientasi pada proses dan hasil.
Selama tindakan berlangsung, data sudah mulai dikumpulkan. Data bisanya berupa
Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas, perilaku-perilaku yang menonjol serta
interaksi guru dan siswa selama proses pembelajaran. Hasil tindakan belum tentu
berupa nilai ujian.
11.
Analisis data
Analisis data penelitian eksperimen menggunakan uji beda hasil
eksperimen antara dua atau tiga kelompok sampel. Salah satu kelompok sampel
merupakan kelompok kontrol atau kelompok yang tidak diberi perlakuan. Analisis
data penelitian tindakan dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Apabila
diperoleh data kuantitatif, hasil penelitian dipaparkan secara deskriptif
karena tidak memenuhi persyaratan untuk dianalisis secara statistik terutama
dari sisi pengambilan sampelnya. Perlu diingatkan kembali bahwa analisis data
statistik inferensial menuntut sampel yang dipilih secara acak. Kesimpulan
hasil penelitian diinterpretasikan dari hasil analisis data.
Dalam penelitian tindakan, sampel tidak pernah dipilih secara acak
karena tindakan hanya diterapkan pada kelas khusus yang mengalami masalah.
Analisis data penelitian tindakan dimulai dari pengelompokkan data, reduksi
atau pengurangan data yang sama atau kurang bermakna. Pemaparan hasil
penelitian dilakukan dengan cara menginterpretasikan data yaitu membandingkan
data dengan hasil penelitain lain atau teori sebelumnya.
12.
Hasil
Laporan hasil penelitian eksperimen memaparkan hasil dan dampak
sesudah perlakuan (eksperimen). Penelitian tindakan melaporkan hasil
penelitian mulai dari proses, hasil tindakan sampai pada dampaknya. Kesimpulan
hasil penelitian dapat digeneralisasikan untuk seluruh wilayah populasi
sedangkan kesimpulan hasil penelitian tindakan hanya berlaku bagi kelompok
sampel yang diteliti.
Pada penelitian eksperimen, ada kemungkinan perlakuan sama dapat
memperoleh hasil yang sama pula asalkan semua variabel atau lingkungan
eksperimen yang berpengaruh terhadap hasil penelitian dikendalikan. Dan adanya proses dan dampak serta
tidak dapat digeneralisir.