Senin, 30 Mei 2016

الدّعاء قبل تعليم وبعده



الدّعاء قبل تعليم وبعده
# اللّهمّ صلّ على سيّدنا ومولانا محمد صلات تخرجني من ظلمات الوهم وتكريمني بنور الفهم وتوضح لي ما أشكل حتّى يفهم إنّك أنت تعلم ولا أعلم إنّك أنت علّم الغيوب.
# اللّهمّ صلّ وسلّم وبارك على سيّدنا محمد وعلى اله النّور المذهب لنسيان بنوره فى كلّ لمحةٍ ونفسٍ واسعه علم الله، نويت التعلم وتعليم والإفادة والإستفادة والحثّ على تمسّك بكتاب الله بسنّة رسول الله ودلالة على الخير، ر ضيت بالله ربّا، وبالإسلام دينا، وبمحمد نبياً ورسولا، ربّ زدني علما ورّقني فهما.. امين.

Kamis, 05 Mei 2016

KULIAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)


TUGAS PENGGANTI KULIAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

NIM    : 2812133038
Nama  : Muhamad Sirajudin
Kelas   : FTIK/PBA/6B



-          Perbedaan Penelitian Tindakan Kelas Dengan Penelitian Eksperimen ada 12 aspek, dimulai dari pendekatan sampai dengan hasil penelitian. Jelaskan perbedaan kedua jenis penelitian tersebut pada setiap aspeknya.
1.      Pendekatan
Pendekatan Penelitian eksperimen menggunakan pendekatan positivisme-kuantitatif. Positivisme adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif yang pada umumnya digunakan dalam penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis pengaruh atau hubungan antar variabel yang diteliti. Kesimpulan hasil penelitian diinterpretasikan dari hasil analisis data yang menggunakan rumus matematik.
Penelitian tindakan menggunakan pendekatan naturalistik. Pada pendekatan ini, penelitian tidak dilakukan untuk menguji hipotesis. Data berbentuk kualitatif sehingga hasil penelitian cukup dipaparkan secara deskriptif atau apa adanya.
2.      Tujuan
Tujuan Penelitian eksperimen bertujuan untuk menemukan pengaruh perlakuan (tindakan yang dieksperimenkan) terhadap peningkatan hasil belajar. Verifikasi hasil penelitian dilakukan dengan membandingkan kelas eksperimen dengan kelas non eksperimen. Kesuksesan penelitian diukur dengan indikator nilai pada kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas non eksperimen.
Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memecahkan, menemukan dan memferikasi masalah nyata yang terjadi di kelas dan kelas tersebut masih menjadi wewenang guru bidang studi yang mengadakan penelitian. Secara lebih rinci, PTK bertujuan untuk: (1) meningkatkan mutu isi, proses dan hasil pembelajaran di kelas; (2) meningkatkan kemampuan dan sikap profesional guru; (3) menumbuhkan budaya akademik sehingga tercipa sikap proaktif dalam perbaikan mutu pembelajaran. Penelitian tindakan kelas hanya menggunakan satu kelas. Indikator keberhasilan diukur dari peningkatan sebelum dan sesudah pembelajaran. Penelitian dinyatakan berhasil apabila tindakan dapat membuat orang yang sebelumnya kurang berdaya menjadi lebih berdaya.
3.      Situasi
Situasi Situasi kelas dalam penelitian eksperimen yang dapat mempengaruhi hasil belajar dikendalikan. Penelitian eksperimen minimal menggunakan dua kelas yaitu satu kelas sebagai kelas perlakuan yang dikenai tindakan dan satu kelas berikutnya sebagai kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan. Dua kelas Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas yang akan dibandingkan tersebut dibuat dalam kondisi yang setara, baik kemampuan awalnya, peralatan pembelajaran, materi pelajaran, lingkungan maupun guru yang menyampaikan pelajaran.
Pada penelitian tindakan, kelas dibuat alami apa adanya (natural) dan tidak ada kelas pembanding sehingga tidak memerlukan pengendalian lingkungan belajar.
4.      Objek
Subjek penelitian Penelitian eksperimen mengambil subjek atau sampel penelitian yang dipilih secara acak. Penelitian tindakan mengambil subjek penelitian yang dipilih secara purposive yaitu pada kelas yang mengalami permasalahan saja. Misalnya permasalahan dalam desain dan strategi pembelajaran di kelas, masalah belajar siswa di kelas, metode mengajar (alat bantu, media dan sumber belajar), lingkungan belajar, meteri pembelajaran, sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil belajar dan lain sebagainya. Ukuran sampel penelitian eksperimen minimal dua kelas sedangkan ukuran sampel penelitian tindakan cukup satu kelas atau satu kelompok siswa yang mengalami masalah saja.
5.      Perlakuan atau tindakan
Perlakuan atau tindakan Penelitian tindakan dan eksperimen memiliki kesamaan yaitu sama-sama menerapkan pendekatan, metode, strategi atau teknik pembelajaran baru. Penelitian eksperimen menggunakan istilah perlakuan (treatment) dan penelitian tindakan menggunakan istilah tindakan (action). Tindakan yang dilakukan dalam kegiatan penelitian merupakan tindakan yang sengaja dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Pada umumnya, tindakan yang diterapkan merupakan tindakan baru yang tidak pernah dilakukan dalam kegiatan sehari-hari.
6.      Paket yang diberikan
Paket yang diberikan Penelitian eksperimen menetapkan perlakuan dalam satu paket kegiatan yang sudah dirancang sebelumnya. Perlakuan (treatment) cukup dilakukan satu kali atau diulang beberapa kali tetapi dengan cara yang sama. Penelitian tindakan (action), terdiri dari beberapa siklus yang tiap-tiap siklus kegiatannya berisi satu paket tindakan. Tindakan siklus pertama disiapkan, kemudian tindakan siklus berikutnya berkembang sesuai kebutuhan. Selama proses penelitian, tindakan dapat diubah, diperbaiki atau dilengkapi sesuai dengan situasi yang ditemukan pada saat penelitian berlangsung. Jumlah putaran atau siklus tidak ditentukan tetapi tindakan diakhiri sampai masalah dapat dipecahkan dan perilaku yang diinginkan telah tercapai.
7.      Peneliti
Peneliti Peneliti dalam penelitian eksperimen dapat berada di luar kelas. Desain eksperimen dirancang oleh peneliti tetapi pelaksanaan eksperimen dan pengambilan data dapat dilakukan oleh orang lain. Peneliti dalam penelitian tindakan terlibat secara langsung dalam proses penelitian. Selama penelitian berlangsung, peneliti melakukan pengamatan, evaluasi dan refleksi tindakan untuk merancang tindakan pada putaran waktu berikutnya.
8.      Hipotesis
Hipotesis Penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji hipotesis, ada atau tidak ada hubungan/pengaruh antara variabel bebas yaitu perlakuan yang diuji coba dengan variabel terikat yaitu perilaku yang diharapkan. Contoh: penelitian yang berjudul “Pengaruh Permainan Edukatif Terhadap Peningkatan Penguasaan Gramatika Arab Siswa Kelas VII Mts Ma’arif Sudimoro Pacitan Tahun Ajaran 2015/2016”. Penelitian tersebut menguji hipotesis alternatif yang menyatakan “Ada pengaruh media permainan edukatif terhadap peningkatan penguasaan gramatika Arab siswa”. Hipotesis ini harus diuji dengan metode analisis data statistik inferensial.
 Dalam topik penelitian yang sama, hipotesis penelitian tindakan ditulis dengan pernyataan yang berbunyi: “Penerapan Permainan Edukatif Terhadap Peningkatan Penguasaan Gramatika Arab Siswa Kelas VII Mts Ma’arif Sudimoro Pacitan Tahun Ajaran 2015/2016”. Pembuktian hipotesis dilakukan dengan pendalaman pengamatan.
9.      Instrumen
Instrumen Penelitian eksperimen menggunakan instrumen yang sebaiknya memenuhi validitas (ketepatan) dan reliabilitas (keajegan). Ketepatan dan keajegan instrumen dapat dibuktikan melalui prosedur yang baku. Penelitian tindakan menggunakan instrumen yang ditulis rambu-rambunya saja, setelah dilakukan tindakan, isi instrumen dapat berkembang sesuai dengan penambahan perilaku yang diobservasi.
10.  Pengambilan data
Pengambilan data Penelitian eksperimen berorientasi pada hasil. Data pengukuran perilaku (biasanya berupa nilai ujian) dikumpulkan setelah eksperimen selesai. Penelitian tindakan berorientasi pada proses dan hasil. Selama tindakan berlangsung, data sudah mulai dikumpulkan. Data bisanya berupa Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas, perilaku-perilaku yang menonjol serta interaksi guru dan siswa selama proses pembelajaran. Hasil tindakan belum tentu berupa nilai ujian.
11.  Analisis data
Analisis data penelitian eksperimen menggunakan uji beda hasil eksperimen antara dua atau tiga kelompok sampel. Salah satu kelompok sampel merupakan kelompok kontrol atau kelompok yang tidak diberi perlakuan. Analisis data penelitian tindakan dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Apabila diperoleh data kuantitatif, hasil penelitian dipaparkan secara deskriptif karena tidak memenuhi persyaratan untuk dianalisis secara statistik terutama dari sisi pengambilan sampelnya. Perlu diingatkan kembali bahwa analisis data statistik inferensial menuntut sampel yang dipilih secara acak. Kesimpulan hasil penelitian diinterpretasikan dari hasil analisis data.
Dalam penelitian tindakan, sampel tidak pernah dipilih secara acak karena tindakan hanya diterapkan pada kelas khusus yang mengalami masalah. Analisis data penelitian tindakan dimulai dari pengelompokkan data, reduksi atau pengurangan data yang sama atau kurang bermakna. Pemaparan hasil penelitian dilakukan dengan cara menginterpretasikan data yaitu membandingkan data dengan hasil penelitain lain atau teori sebelumnya.
12.  Hasil
Laporan hasil penelitian eksperimen memaparkan hasil dan dampak sesudah perlakuan (eksperimen). Penelitian tindakan melaporkan hasil penelitian mulai dari proses, hasil tindakan sampai pada dampaknya. Kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan untuk seluruh wilayah populasi sedangkan kesimpulan hasil penelitian tindakan hanya berlaku bagi kelompok sampel yang diteliti.
Pada penelitian eksperimen, ada kemungkinan perlakuan sama dapat memperoleh hasil yang sama pula asalkan semua variabel atau lingkungan eksperimen yang berpengaruh terhadap hasil penelitian dikendalikan. Dan adanya proses dan dampak serta tidak dapat digeneralisir.