Minggu, 13 Desember 2015

Tela'ah dan pengembangan kurikulum

MAKALAH
KONSEP PENGEMBANGAN KURIKULUM

Untuk Memeuhi Tugas Mata Kuliah
TELAAH DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BAHASA ARAB

Dosen Pengampu
Muhammad Zaini, MA


Description: Description: 20151210004603.jpeg
Oleh:

MUHAMAD SIRAJUDIN              2812133038

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
TULUNGAGUNG
2015
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim
Tiada tempat untuk mengucapkan puji syukur atas kegembiraan dan kebahagiaan atas terselesaikannya penulisan makalah yang berjudul “ Konsep Pengembangan Kurikulum, untuk memenuhi tugas mata kuliah “ Telaah dan Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab kecuali hanya kepada Allah SWT.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang telah memberikan penerang dan ilmu pengetahuan kepada umatnya.
Tiada keberhasilan yang diperoleh penulis tanpa adanya bantuan dari pihak lain. Karena itu, pada kesempatan izinkan penulis menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada:
1.    Bapak Dr. Maftuhin M. Ag. Selaku ketua IAIN Tulungagung.
2.    Bapak Muhammad Zaini, MA selaku dosen mata kuliah Telaah dan Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab
3.    Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
Didalam pengerjaan makalah ini, walaupun penulis sudah dengan segenap kemampuan, usaha dan pemikiran semaksimal mungkin demi kesempurnaan karya ini, penulis menyadari banyak kekurangan dan kesalahan. Sehingga penulis sangat mengharapkan masukan, kritik yang konstruktif dari para pembaca, demi perbaikan dan penyempurnaan pada penyusunan selanjutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan sumbangan pengetahuan dan keilmuan yang bermanfaat bagi keilmuan Islam khusunya, dan keilmuan secara umum terlebih lagi khususnya dunia akademisi di Institud Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Amin..


Tulungagung, 15 september 2015

Penulis




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang.............................................................................................. 1
B.   Rumusan Masalah......................................................................................... 1
C.   Tujuan Pembahasan...................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.  Konsep Kurikulum........................................................................................ 2
B.   Fungsi Kurikulum......................................................................................... 4
C.   Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan.................................................... 6
D.  Langkah-langkah Pengembangan Kurikulum................................................ 7
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN................................................................................................. 10
DAFTAR RUJUKAN













BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Dalam perkembangan dunia pendidikan hal yang perlu diperhatikan adalah tentang masalah kurikulum. Kurikulum sebagai salah satu komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu kurikulum merupakan soko guru bagi keberhasilan dan merupakan petunjuk jalan dalam menentukan arah pendidikan, guna mencapai tujuan yang dicita-citakan. Maka dari itu  dalam makalah ini saya akan membahas tentang konsep kurikulum, fungsi, kedudukan, serta langkah-langkah pengembangan kurikulum.
B.  Rumusan Masalah
1.      Bagaimankah konsep kurikulum itu?
2.      Apa saja fungsi kurikulum dalam pendidikan?
3.      Bagaimana kedudukan kurikulum dalam pendidikan itu?
4.      Bagaimana langkah-langkah pengembangan kurikulum itu?
C.  Tujuan Pembahasan
1.      Untuk mengetahui konsep kurikulum dalam pendidikan
2.      Untuk mengetahui fungsi kurikulum dalam pendidikan
3.      Untuk mengetahui kedudukan kurikulum dalam pendidikan
4.      Untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan kurikulum dalam pendidikan







BAB II
PEMBAHASAN
Konsep Pengembangan Kurikulum
A.  Konsep Kurikulum
Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan teori dan praktik pendidikan, juga bervariasi sesuai dengan teori pendidikan yang dianutnya.[1] Kata kurikulum muncul pertama pada kamus Webster pada tahun 1856, yang digunakan dalam bidang olahraga, yang berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Kemudian pada tahun 1955 kata kurikulum muncul lagi dalam kamus tersebut yang khusus digunakan dalam bidang pendidikan yang artinya sejimlah mata pelajaran di sekolah atau mata kuliah di perguruan tinggi, yang harus di tempuh untuk mencapai suatu tingkat.[2]
Carter V.Good dalam Dictionary of Education, menyebutkan bahwa kurikulum adalah sejumlah materi pelajaran yang harus ditempuh dalam suatu mata pelajaran, seperti kurikulum pendidikan Bahasa Arab, kurikulum pendidikan Bahasa Inggris, dan lain sebagainya.[3] Ada juga pendapat lain yakni menurut pandangan lama kurikulum merupakan kumpulan mata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa. Anggapan ini telah ada sejak zaman yunani kuno, dalm lingkungan dan hubungan tertentu pandangan ini masih digunakan sampai sekarang.[4]
Pada perkembangan selanjutnya kurikulum dipandang sebagai seluruh pengalaman belajar siswa. Perubahan penekanan ini ditegaskan oleh Ronald C. Doll sebagai berikut: “the cammonly accepted defiition of the curriculum has changed from content of course of study and list of subjects and course to all experiance which are offered tp learnes under the auspices or direction of the school”.konsep yang ditawarkan Ronald Doll ini menunjukkan adanya perubahan lingkup, dari konsep yang sangat sempit kepada konsep yang sangat luas. Pengalaman siswa yang dimaksud dapat berlangsung di sekolah, di rumah atau di masyarakat.[5]
Beberapa ali memandang bahwa kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran, menurut Mac Donald (1965), seperti yang dikutip sukmadinata mengungkapkan bahwa sistem persekolahan terbentuk atas empat susistem, yaitu mengajar, belajar, pembelajaran, dan kurikulum. Mengajar (teaching) merupakan kegiatan profesional yang dilakukan oleh guru. Belajar (learning) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa sebagai respon terhadap kegiatan mengajar yang dilakukan oleh guru. Keseluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan berkenaan dengan terjadinya interaksi belajar mengajar disebut pengajaran (instruction). Kurikulum (curriculum)  merupakan suatu rencana memberi pedoman dalam proses kegiatan belajar mengajar.[6]
Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulm fungsional (functioning curriculum).Zais menjelaskan bahwa kebaikan suatu tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja, melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran, melainkan sesuatu yang bersifat fungsional yang beroperasi dalam kelas, yang memberi pedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung dalam kelas. Rencana tertulis merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curiculum), sedangkan kurikulum yang dioperasikan di kelas merupakan kurikulum fungsional (functoning, live or operative curriculum).[7]
Ada tiga konsep tentang kurikulum, kurikulum sebagai substansi, kurikulum sebagai sistem, dan kurikulum sebagai bidang studi.[8]
Konsep pertama, kurikulum sebagai substansi, suatu kurikulum,dipandang orang sebagai rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah atau sebagai perangkat tujuan yang akan dicapai. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi.
Konsep kedua, kurikulum sebagai suatu sistem, yaitu sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan, bahkan sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup sistem personalia, dan prosedur kerja bagaimana cara menyusun kurikulum, melaksanakan,mengevaluasi dan menyempurnakan. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum, dan fungsi dari sistem kurikulum adalam bagaimana cara memelihara agar tetap dinamis.
Konsep ketiga, kurikulum sebagai suatu bidang studi, merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembengkan ilmu tentang kurikulum.
Hilda Taba menyatakan bahwa konsep kurikulum tidak terlalu luas tetapi tidak terlalu sempit, karena konsep konsep yang terlalu sempit tidak akan diterima di sekolah-sekolah modern.[9]
Dari uraian diatas dapat dipahami bahwa pengertian kurikulum itu sangat luas dan berkembang sesuai situasi dan kondisi. Kurikulum tidak bisa diungkapkan dalam satu pendapat yang dianggap baku, karena semua pendapat tersebut memiliki alasan masin-masing yang rasional.
Dari beberpa konsep tersebut, sebagian berpendapat menekankan pada mata pelajaran, sebagian menekankan pada pengalaman, sedangkan pihak lain memadukan dua pendapat tersebut. Sedangkan istilah pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang menghasilakan kurikulum atau proses yang mengaitkan suatu komponen dengan komponen yang lain untuk menghasikan kurikulum yang lebih baik.[10]
B.  Fungsi Kurikulum
Fungsi kurikulum bagi sekolah yang bersangkutan adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran.[11]Sebagai program belajar bagi siswa, disusun secara sistematis dan logis,diberikan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan. Sebagai program belajar, kurikulum adalah niat, rencana dan harapan.
1.       Fungsi kurikulum bagi sekolah, adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan atau kompetensi pendidikan yang di inginkan, serta sebagai pedoman kegiatan pendidikan secara menyeluruh.[12]

2.      Fungsi kurikulum bagi anak didik, peserta didik akan mendapatkan pengetahuan baru,program baru, dan pengalaman baru yang diharapkan dapat dikembangkan secara maksimal seiring dengan perkembangan anak.[13]
3.      Fungsi kurikulum bagi pendidik, sebagai pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisir pengalaman belajar para peserta didik.[14]
4.      Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah, sebagai pedoman dalam memperbaiki situasi dan kondisi belajar yang lebih baik, sebagai pedoman dalam memberikan bantuan pada pendidik untuk menciptakan dan memperbaiki proses pembelajaran.[15]
5.      Fungsi kurikulum bagi orang tua, adalah agar dapat memberikan bantuan kepada pihak sekolahuntuk dapat mencapai target kurikulum yang telah direncanakan oleh pihak sekolah.[16]
6.      Fungsi kurikulum bagi masyarakat dan pemakai lulusan, adalah agar mereka dapat membutuhkan kerjasama dengan masyarakat.[17]
Menurut Alexander Inglis, fungsi kurikulum Secara umum  fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk membantu peserta didik  untuk mengembangkan pribadinya ke arah tujuan pendidikan. Kurikulum itu segala aspek yang mempengaruhi peserta didik di sekolah, termasuk guru dan sarana serta prasarana lainnya. Kurikulum meliputi : [18]
  1. Fungsi Penyesuaian, karena individu hidup dalam lingkungan , sedangkan lingkungan tersebut  senantiasa berubah dan dinamis, maka setiap individu harus mampu menyesuaikan diri secara dinamis. Dan di balik lingkungan pun harus disesuaikan dengan kondisi perorangan, disinilah letak fungsi kurikulum sebagai  alat pendidikan menuju individu yang well adjusted.
  2.  Fungsi Integrasi, kurikulum  berfungsi mendidik pribadi-pribadi yang terintegrasi. Oleh karena individu itu sendiri merupakan bagian integral dari masyarakat, maka pribadi yang terintegrasi itu akan memberikan sumbangan dalam rangka pembentukan atau pengintegrasian  masyarakat. 
  3. Fungsi Deferensiasi, kurikulum perlu memberikan pelayanan terhadap perbedaan- perbedaan perorangan dalam masyarakat. Pada dasarnya deferensiasi akan mendorong  orang berpikir kritis dan kreatif, dan ini akan mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat.
  4.  Fungsi Persiapan, kurikulum  berfungsi mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk jangkauan  yang lebih jauh atau terjun ke masyarakat.
  5. Fungsi Pemilihan, antara keperbedaan dan pemilihan mempunyai hubungan yang erat. Pengakuan atas perbedaan berarti pula diberikan kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang  dinginkan  dan menarik minatnya.
  6.  Fungsi Diagnostik, salah satu segi pelayanan pendidikan adalah membantu dan mengarahkan para siswa agar mereka mampu memahami dan menerima dirinya sehingga dapat mengembangkan  semua potensi yang dimiliki.Ini dapat dilakukan bila mereka menyadari semua kelemahan dan kekuatan yang dimiliki melalui eksplorasi dan prognosa. Fungsi  kurikulum dalam mendiagnosa dan membimbing siswa agar dapat mengembangkan potensi siswa secara optimal.
C.  Kedudukan Kurikulum Dalam Pendidikan
Pendidikan berintikan berinteraksi antara pendidik dengan peserta didik dlam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapt berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun masyarakat. Interaksi pendidkan antara orang tua dengan anaknya sering tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjsi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog dan bergaul. Sehingga pendidikan semacam itu tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis.[19] Oleh karena itulah pendidikan dalam keluarga disebut pendidikan informal.
Sekolah merupakan salah satu lingkungan pendidikan yang bersifat formal. Guru sebagai pendidik, telah mempersiapkan secara formal lembaga pendidikan keguruan, dan guru juga telah dibekali ketrampilan praktis sebagai seorang pendidik. Guru mengajar untuk mencapai tujuan-tujuan yang jelas, dengan bahan materi yang telah dipilih  dan dipilah sesuai dengan kemampuan dan minat anak didik.
Di lingkungan masyarakat juga terjadi interaksi pendidikan baik formal maupun non formal. Lembaga pendidikan di masyarakat yang mirip dengan sekolah formal terwujud kursus- kursus yang berijazah atau bersertifikat, dan pondok pesantren yang telah mengadopsi sistem sekolah yang disebut madrasah.pendiidkan non formal yang berlangsung  dalam masyarakat seperti ceramah, pengajian, majlis ta’lim, dan lain sebagainya.
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan tentang pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki rencana dan rancangan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis dan jelas. Kedua, pendidikan dilaksanakan secara formal, terencana, dan diadakan pengawasan dan penilaian. Ketiga, pendidikan diberikan oleh guru yang memiliki ilmu dan ketrampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat, interaksi berlangsung pada lingkungan tertentu dengan metode dan sarana serta aturan-aturan tertentu.empat hal tersebut sekaligus merupakan kelebihan dari pendidikan formal bila dibanding dengan pendidikan formal.
Kurikulum adalah syarat mutlak dan ciri utama pendidikan formal, sehingga kurikulum adalah bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan demikian kurikulum memiliki kedudukan yang penting dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktifitas pendidikan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah disepakati.
D.  Langkah-Langkah Pengembangan Kurikulum
Proses pengembangan kurikulum menurut Hamid Hasan haruslah meliputi tiga dimensi kurikulum yaitu kurikulum sebagai ide, kurikulum sebagai dokumen, dan kurikulum sebagai proses.kurikulum sebagai prses dilaksanakan dengan berbagai kebijakan kurikulum. Keseluruhan proses dalam pengembangan kurikulum dapat digambarkan sebagai berikut:
Text Box: EVALUASI
 













Bagan tersebut menggambarkan bahwa kegiatan pengembangan kurikulum itu dimulai dari perencanaan. Dalam menyusun perencanaan ini dimulai dari ide-ide yang dituangkan dan dikembangkan dalam program. Ide-ide tersebut berkenaan dengan penentuan filosofi kurikulum, model kurikulum yang digunakan, pendekatan dan  teori belajar yang digunakan dan model evaluasi yang dipilih.[20] Ide pengembangan kurikulum dapat berasal dari: (1) perubahan adanya pengembangan visi, misi, tujuan, dan sarana yang diemban, (2) perubahan ilmu dan teknologi yang semakin cepat, (3) hasil evaluasi terhadap kurikulum sebelumnya,(4) perubahan kebutuhan (stakeholeders),(5) pandangan atau sarana dari para ahli, (6) tuntutan dunia global dan lain sebagainya.[21]
Dari beberapa hal diatas kemudian diramu sedemikian rupa untuk dikembangkan dalam kurikulum sebagai dokumen yang antara lain berisi informasi dan jenis dokumen yang akan dihasilkan, bentuk atau format silabus dan komponen-komponen kurikulum yang harus dikembangkan. Segala sesuatu yang tertuang dalam dokumen tersebut kemudian dikembangkan dan disosialisasikan dalam proses implementasinya, yang bisa saja berupa pengembangan kurikulum dalam bentuk rencana pembelajaran, proses pembelajaran didalam/luar kelas serta evaluasi pembelajaran, sehingga akan diketahui tingkat efektifitas dan efensiensinya.
Pengembangan kurikulum menuntut adanya evaluasi berkelanjutan mulai dari perencanaan (planning),pelaksanaan (implementating) hingga proses evaluasi itu sendiri. Prosedur evaluasi merupakan faktor penting dalam sebuah pengembangan kurikulum. Melalui evaluasi kita dapat melihat keberhasilan pengelolaan pembelajaran dan keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran.[22] Evaluasi merupakan proses yang menentukan kondisi, di mana suatu tujuan telah dapat dicapai.[23] Jika evaluasi kurikulum telah dilaksanakan maka biasanya akan ditentukan langkah selanjutnya yaitu perbaikan, perubahan,pemberharuan atau inovasi terhadap suatu kurikulum itu atau akan dipertahankan sampai batas waktu tertentu.[24]



BAB III
PENUTUP
Kesimpuan
pengertian kurikulum itu sangat luas dan berkembang sesuai situasi dan kondisi. Kurikulum tidak bisa diungkapkan dalam satu pendapat yang dianggap baku, karena semua pendapat tersebut memiliki alasan masin-masing yang rasional. Ada  beberpa konsep tentang kurikulum, sebagian berpendapat menekankan pada mata pelajaran, sebagian menekankan pada pengalaman, sedangkan pihak lain memadukan dua pendapat tersebut. Sedangkan istilah pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang menghasilakan kurikulum atau proses yang mengaitkan suatu komponen dengan komponen yang lain untuk menghasikan kurikulum yang lebih baik.
Ada beberapa fungsi kurikulum yang harus diketahui: fungsi kurikulum bagi sekolah, bagi anak didik, bagi pendidik,bagi kepala sekolah, bagi orang tua, bagi masyarakat. Kurikulum dalam pendidikan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam seluruh proses pendidikan. Dalam menjalankan kurikulum membutuhkan pengembangan supaya kurikulum menjadi lebih sempurna. Dalam pengembangannya kurikulum memiliki langkah-langkah tersendiri yaitu mulai dari perencanaan dlam perencanaan didahului oleh ide lalu program selanjutnya implementas (pelaksanaan) serta yang terakhir evaluasi yang diharapkan akan mendapatkan hasil yang memuaskan.




Daftar Rujukan
Nana Syaodih Sukmadinata,pengembangan KurikulumTeori dan Praktek, Bandung:PT      Remaja Rosdakarya,2005
Muhammad Zaini,Pengembangn Kurikulum, Surabaya:Elkaf,Surabaya,2006
Muhammad Zaini, Pengembangan Kurikulum Konsep Implementasi Evaluasi dan Inovasi, Yogyakarta:Teras,2009
Wahid Murni,Pengembangan Kurikulum IPS dan Ekonomi di Sekolah, Malang: UIN Maliki Press,2010
Wina Sanjaya,Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta: Kencana,2009
H.M Sukardi,Evaluasi Pendidikan prinsip & Operasional, Yogyakarta:Bumi Aksara, 2006





[1] Nana Syaodih Sukmadinata,pengembangan KurikulumTeori dan Praktek, (Bandung:PT Remaja Rosdakarya,2005),hal 4
[2] Muhammad Zaini,Pengembangn Kurikulum,(Surabaya:Elkaf,Surabaya,2006), hal 1
[3] Ibid, hal 1
[4] Nana Syaodih Sukmadinata,pengembangan KurikulumTeori dan Praktek,hal 4
[5] Muhammad Zaini,Pengembangn Kurikulum,hal2
[6] Nana Syaodih Sukmadinata,pengembangan KurikulumTeori dan Praktek,hal 5
[7] Ibid, hal5
[8] Ibid ,hal 27
[9] Muhammad Zaini,Pengembangn Kurikulum,hal6
[10] Ibid,hal 6-7
[11] Muhammad Zaini, Pengembangan Kurikulum Konsep Implementasi Evaluasi dan Inovasi,(Yogyakarta:Teras,2009),hal 8
[12] Ibid,hal9
[13] Ibid,hal 10
[14] Ibid,hal10
[15] Ibid,hal11
[16]Ibid,hal11
[17] Ibid,hal12
[19] Nana Syaodih Sukmadinata,pengembangan KurikulumTeori dan Praktek,hal 1
[20] Muhammad Zaini, Pengembangan Kurikulum Konsep Implementasi Evaluasi dan Inovasi,hal 18
[21] Wahid Murni,Pengembangan Kurikulum IPS dan Ekonomi di Sekolah,(Malang: UIN Maliki Press,2010), hal 39
[22] Wina Sanjaya,Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran,(Jakarta: Kencana,2009),hal 45
[23] H.M Sukardi,Evaluasi Pendidikan prinsip & Operasional,(Yogyakarta:Bumi Aksara, 2006) hal 1
[24] Muhammad Zaini, Pengembangan Kurikulum Konsep Implementasi Evaluasi dan Inovasi,hal 19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar